Jakarta, Kompas
Kepala Dinas Koperasi DKI Jakarta Reynalda Madjid, Kamis (22/7) di Jakarta Timur, mengatakan, operasi pasar akan digelar pada akhir Juli sampai awal Agustus menjelang bulan puasa dan akhir Agustus sampai awal September mendekati Lebaran. Bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, daging, tepung terigu, dan telur, akan dijual dengan harga 40 sampai 60 persen dari harga pasar.
”Pasar murah ini digelar untuk memenuhi kebutuhan warga menengah-bawah dan menekan harga jika terjadi lonjakan,” kata Reynalda.
Saat ini, stok bahan pangan aman dan pasokan dari daerah penghasil terus berdatangan. Pasokan yang rutin dan stok yang berlimpah membuat warga Jakarta tidak perlu memborong bahan pokok secara berlebihan.
Stok beras 72.482 ton atau cukup untuk 29 hari, stok gula pasir 97.000 ton atau cukup untuk 215 hari, stok daging ayam 21.000 ton atau cukup untuk 35 hari, stok minyak goreng 97.000 ton atau cukup untuk 25 hari, dan stok tepung terigu 75.000 ton yang cukup untuk 50 hari.
Untuk mengendalikan harga, Pemprov DKI juga menggelar operasi pasar di Jakarta Timur awal pekan ini. Operasi ini berhasil menurunkan harga beras IR-64 kelas III dari Rp 6.100 menjadi Rp 5.850 per kilogram.
Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin DKI Jakarta Satria Hamid Ahmadi mengatakan, beberapa pasar modern juga akan menggelar pasar murah di toko masing-masing. Pasar murah akan digelar tengah malam untuk memudahkan warga yang baru pulang kantor.
”Setiap pasar ritel modern menambah stok bahan pangan sampai 30 persen selama bulan puasa. Stok itu di luar stok pemerintah,” kata Satria.