TIMIKA, KOMPAS.com - Penerbangan perintis ke Alama, Distrik Jila dari Timika untuk sementara dihentikan selama dua minggu ke depan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika, John Rettob di Timika, Jumat (23/7/2010), mengatakan dari hasil monitor petugas awan di wilayah Alama sangat rendah disertai angin yang kencang sehingga dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
"Dari hasil monitor dan histori akhirnya diputuskan untuk menutup (menghentikan) sementara penerbangan perintis ke Alama dalam dua minggu ke depan," kata Rettob.
Penerbangan perintis ke wilayah Alama dari Timika secara reguler dilayani dua kali seminggu dengan pesawat dari perusahaan Susi Air berpenumpang tujuh orang. Namun karena permintaan cukup tinggi, penerbangan ke wilayah yang berada di kawasan pegunungan itu biasanya dilakukan empat hingga lima kali dalam seminggu.
Rettob mengatakan, selama periode Juli hingga Agustus kondisi cuaca di Papua cukup ekstrim untuk penerbangan yang menggunakan sistem peraturan visual karena awan yang sangat rendah.
Akibatnya, kata dia, banyak maskapai penerbangan perintis yang membatalkan penerbangan sebagaimana pada Selasa (20/7/2010) ketika hampir seluruh pesawat perintis membatalkan penerbangan karena kondisi cuaca yang buruk. "Pada Selasa (20/7/2010) pesawat-pesawat berbadan kecil dengan rute ke pedalaman hanya melayani sekali penerbangan di bawah pukul 08.00. Di atas jam tersebut sampai sore tidak ada yang terbang demi keselamatan," katanya.
Pembatalan penerbangan pesawat perintis tersebut mengakibatkan banyak penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan. Namun dalam dua hari terakhir kondisi penerbangan perintis ke pedalaman mulai normal kembali.
Kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap penerbangan yang menggunakan pesawat berbadan lebar. Meski begitu, pesawat Merpati jenis Boeing 737-400 tujuan Makassar-Timika pada Senin (19/7/2010) sempat tidak bisa mendarat di Timika dan dialihkan ke Biak karena awan tebal menutup Bandara Mozes Kilangin Timika.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang