SBY: Video Porno Artis Tragedi Moral

Kompas.com - 23/07/2010, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya pada Puncak Perayaan Hari Anak Nasional, Jumat (23/7/2010), di Taman Mini Indonesia menyampaikan, kasus video porno artis merupakan suatu tragedi moral yang terjadi dalam masyarakat.

Dalam pidatonya tersebut, SBY berpesan agar para orangtua senantiasa membimbing anak-anaknya sehingga kasus tersebut tidak terjadi kembali. "Apa yang mesti kita lakukan agar jangan terjadi kasus-kasus seperti itu di masa depan? Jawabnya kembali kepada apa yang saya sampaikan tadi, perlunya bimbingan orangtua," katanya.

Selain peran orangtua, Presiden juga mengingatkan agar masyarakat turut berperan dengan senantiasa memberikan contoh kehidupan yang baik bagi anak-anak. "Juga pendidikan di sekolah, bimbingan pemuka agama, dan contoh kehidupan yang baik di masyarakat," ujarnya.

Selain itu, diperlukan pula penegakan hukum dan peraturan yang tepat dalam mencegah terjadinya tragedi moral seperti kasus beredarnya video porno artis yang dapat merusak anak Indonesia tersebut.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, serta beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menteri Pendidikan Muhammad Nuh dan Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau