Pengamat politik:

Darmin 'Cair' dengan Politisi Senayan

Kompas.com - 23/07/2010, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, salah satu faktor penentu diterimanya calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution secara aklamasi oleh Komisi XI DPR adalah kemampuan komunikasi politik dengan para politisi Senayan. Darmin, dinilainya, sebagai personal yang memiliki kemampuan relatif baik dalam berkomunikasi politik.

"Secara personal, figur Pak Darmin itu lebih komunikatif dengan parpol. Makanya berjalan mulus. Figurnya, meski tanpa kompromi, punya kemampuan lunak yang membuat politisi merasa bisa dihargai," ujar Burhan kepada Kompas.com, Jumat (23/7/2010).

Karena itu, meski namanya santer diseret-seret dalam kasus Bank Century, DPR tetap tak menjadikannya sebuah persoalan. Darmin dinilai bisa meyakinkan para anggota Dewan bahwa dirinya tak ikut dalam proses pengambilan keputusan.

Ketua DPP Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, mengatakan, persoalan kasus Bank Century yang didugakan kepada Darmin sudah selesai.

"Sudah clear. Penjelasan Pak Darmin soal Century cukup kami mafhumi. Seratus persen, tidak sedikit pun mengurangi bobot untuk mendukung beliau," kata Priyo.

Darmin, dinilainya, sebagai figur terbaik dan sebagian besar kalangan di DPR merasa nyaman dengan sosoknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau