Pilkada sidoarjo

Jago-jago Lapindo Berebut Kursi Bupati

Kompas.com - 25/07/2010, 05:46 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com — Lima pasangan calon bupati-wakil bupati berebut kursi di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (25/7/2010). Sebagian dari mereka adalah pimpinan-pimpinan PT Lapindo Brantas Inc milik kerajaan bisnis Bakrie Group yang mengaduk-aduk bumi Porong, Sidoarjo.

Pasangan pertama, Yuniwati Teryana-Sarto (YS) yang diusung Partai Demokrat. Yuniwati adalah Vice President Lapindo Brantas Incorporation (LBI), sedangkan Sarto dikenal sebagai kontraktor lokal.

Pasangan nomor urut dua, Emy Susanti-Khulaim Junaidi (Mikul), diusung PAN, Partai Gerindra, dan parpol non-parlemen. Emy adalah istri Bupati Sidoarjo Win Hendrarso yang sudah dua periode berkuasa dan segera lengser.

Untuk nomor urut tiga, Agung Subali-Samsul Wahid (Sahid) maju melalui jalur independen. Agung merupakan perwira polisi berpangkat ajun komisaris dengan jabatan terakhir Kepala Satuan Polisi Air Lamongan di Ditpol Air Polda Jatim. Adapun Samsul Wahid adalah pensiunan PNS Pemkab Sidoarjo.

Pasangan nomor empat adalah Saiful Ilah-MG Hadi Sujtipto (SUCI) yang dijagokan PKB, PKS, PDS, dan PPP. Saiful saat ini menjabat Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua PKB Sidoarjo. Sementara itu, Sutjipto adalah birokrat. Jabatan terakhirnya adalah Asisten Tata Pemerintahan Pemkab Sidoarjo.

Pasangan nomor urut lima, Bambang Prasetyo Widodo-Khoirul Huda (BPW-Huda). Wiwid, panggilan akrab Bambang, menjabat sebagai Direktur PT Minarak Lapindo Jaya dan Arek TV yang juga di bawah kendali Bakrie Group. Adapun Khoirul Huda jadi guru di MAN Sidoarjo dan dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

“Kami cemas apa yang terjadi di Surabaya, yakni rendahnya tingkat partisipasi. Hal itu juga terjadi di Sidoarjo,” ujar Hadi Ismanto, Ketua LPPM Umsida. “Kami tidak ingin situasi ini akan dimanfaatkan oleh para petualang politik dan broker untuk memainkan demokrasi dengan jurus politik uang.”

Kesiapan

Sementara itu, Ansori selaku Ketua KPU Sidoarjo menyatakan, meski semua logistik pemilu telah didistribusikan kepada 18 Panitia Pemilu Kecamatan (PPK), pihaknya tetap memantau kesiapan hingga tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS). “Malam ini (kemarin) kami terus monitoring,” katanya, Sabtu (24/7/2010) malam.

KPU telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.286.649 pemilih. Kendati demikian, para pemilih yang belum tercantum dalam DPT tetap bisa mencoblos, asalkan mereka sudah terdaftar dalam daftar pemilih sementara (DPS). “Dengan syarat mereka melapor dulu ke PPS di tingkat desa,” ujar Ansori.

KPU Sidoarjo tidak melakukan penghitungan cepat (quick-count) karena cara itu bukan suatu keharusan.

Ketua Panwas Sidoarjo Nugroho Eko Putro mengaku belum menemukan pelanggaran berarti jelang hari H. “Tetapi pagi tadi (kemarin) kami sempat mencegah salah satu tim sukses yang mau bagi-bagi sembako. Alhamdulillah setelah kami beri pengertian, dibatalkan,“ ucapnya.

Kapolres Sidoarjo AKBP M Iqbal menyatakan, secara umum situasi kamtibmas dan politik masih aman dan terkendali. (Mustain)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau