Ledakan tabung gas 3 kg terus terjadi

Kali Ini, 10 Orang Terbakar

Kompas.com - 25/07/2010, 07:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram kembali terjadi. Sebanyak 10 orang menjadi korban dari semburan api. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (25/7/2010) pukul 03.30 di sebuah rumah kontrakan dari beberapa pedagang bubur yang tengah sibuk mempersiapkan dagangannya.

Beberapa pedagang bubur yang sedang mempersiapkan dagangannya di Mandalika 1, Tanjung Duren, RT 06 RW 06, Tanjung Duren Selatan, sebelumnya telah mengetahui ada sebuah tabung gas yang bocor dan segera memasukkan tabung itu ke dalam bak air. Namun, tidak lama berselang, tabung gas lain diketahui juga mengalami kebocoran dan belum sempat diamankan. Tabung tersebut kemudian tersambar kobaran api kompor.

Kobaran api mengakibatkan ledakan pada tabung gas yang belum sempat diamankan sebelum merambat ke tabung gas yang sudah diletakkan ke dalam bak air di dekatnya. Petugas keamanan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, Asep Senjaya, menjelaskan kepada Kompas.com bahwa 10 orang yang berada di sekitarnya terkena kobaran api di sekujur tubuh dan telah mendapatkan perawatan di RS tersebut.

"Tiga korban perempuan, tujuh korban lagi laki-laki,...usia sekitar 40," papar Asep Senjaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau