Tabung gas bocor di tanjung duren

Mereka Alami Luka Bakar Sedang dan Berat

Kompas.com - 25/07/2010, 14:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Instalasi Gawat Darurat RS Sumber Waras dr Rianayanti menyatakan, mayoritas korban tabung gas bocor di Tanjung Duren, Jakarta Barat, mengalami luka bakar derajat 2 hingga 3, yakni luka sedang hingga berat.

"Ada satu pasien yang shock hingga pingsan karena kaget dan perih sama luka bakar. Tapi sudah kembali stabil keadaannya sekarang," ujar Rianayanti yang ditemui di RS Sumber Waras, Jakarta, Minggu (25/7/2010). Rianayanti mengaku tidak tahu siapa yang akan bertanggung jawab atas perawatan para korban.

Para korban yang berdatangan sejak pukul 04.30 tersebut langsung ditangani dengan membersihkan luka dan membebatnya dengan kain kasa bersih. Beberapa juga menjalani perawatan di ruang operasi.

"Luka ini pasti bisa disembuhkan. Tapi, kami masih melihat sampai kapan karena tergantung penyakitnya," ujarnya.

Ia juga mengaku sudah berulang kali menangani kasus tabung gas meledak di sekitar Jakarta Barat. "Tapi saya masih belum punya data pasti mengenai berapa jumlah korban yang ditangani rumah sakit ini. Yang jelas banyak," ucapnya.

Seperti diberitakan, pagi tadi sebuah tabung gas 3 kilogram bocor dan disambar api. Akibatnya, 10 orang mengalami luka bakar.

Kejadian berawal saat Kasran, seorang tukang bubur, membuka segel tabung gas yang hendak ia pakai. Pentil tabung ternyata bocor. Naasnya, tetangga samping Kasran sedang menyalakan kompor sehingga api kemudian merembet hingga memakan sepuluh korban yang sebagian besar adalah pedagang bubur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau