JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang bubur, Aang (40), tak menyangka jika nyala kompor saat memasak ayam untuk bahan bubur dagangannya justru membawa petaka bagi warga di Jalan Malinka, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Minggu (25/7/2010) pagi. Api dari kompor Aang tersebut dengan cepat bereaksi setelah ada kebocoran tabung gas milik Karsan, tetangga samping rumahnya.
"Saya lagi di luar. Tapi, pas itu saya lagi ngerebus ayam sekitar jam 4 kurang. Terus, ada suara bunyi itu (ledakan) gas. Saya langsung dobrak pintu," ujar Aang, Minggu (25/7/2010) di RS Sumber Waras, Jakarta. Kobaran api tersebut menurut Aang langsung mengarah ke atas. Ia dan istri pun kemudian berusaha memadamkan kobaran api yang semakin mengganas dengan air.
Belakangan, ia baru tahu kemudian ternyata terjadi gas bocor di rumah milik Karsan, yang tepat berada di sampingnya. Jarak rumah Aang dengan Karsan juga sangat berdekatan, yakni sekitar satu meter dan hanya dibatasi tripleks. "Setelah itu saya langsung lari karena api udah semakin ngerembet," ungkap pedagang bubur ini kepada Kompas.com.
Aang mengalami luka bakar di kedua kakinya dan kini tengah menjalani operasi di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat. Peristiwa naas yang terjadi akibat kebocoran pada pentil tabung gas tiga kilogram ini terjadi pada Minggu pukul 04.00 di Jalan Malinka, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sebanyak sepuluh orang yang sebagian besar adalah pedagang bubur tersebut mengalami luka bakar dalam kejadian ini.
Kebocoran tabung gas tiga kilogram ini bukan hanya satu atau dua kali terjadi. Berbagai kejadian tabung gas bocor dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun dari semua korban tersebut, masyarakat kelas bawahlah yang kini menanggung risikonya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang