Ledakan gas elpiji

Api Berasal dari Kompor Rebusan Ayam

Kompas.com - 25/07/2010, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang bubur, Aang (40), tak menyangka jika nyala kompor saat memasak ayam untuk bahan bubur dagangannya justru membawa petaka bagi warga di Jalan Malinka, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Minggu (25/7/2010) pagi. Api dari kompor Aang tersebut dengan cepat bereaksi setelah ada kebocoran tabung gas milik Karsan, tetangga samping rumahnya.

"Saya lagi di luar. Tapi, pas itu saya lagi ngerebus ayam sekitar jam 4 kurang. Terus, ada suara bunyi itu (ledakan) gas. Saya langsung dobrak pintu," ujar Aang, Minggu (25/7/2010) di RS Sumber Waras, Jakarta. Kobaran api tersebut menurut Aang langsung mengarah ke atas. Ia dan istri pun kemudian berusaha memadamkan kobaran api yang semakin mengganas dengan air.

Belakangan, ia baru tahu kemudian ternyata terjadi gas bocor di rumah milik Karsan, yang tepat berada di sampingnya. Jarak rumah Aang dengan Karsan juga sangat berdekatan, yakni sekitar satu meter dan hanya dibatasi tripleks. "Setelah itu saya langsung lari karena api udah semakin ngerembet," ungkap pedagang bubur ini kepada Kompas.com.

Aang mengalami luka bakar di kedua kakinya dan kini tengah menjalani operasi di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat. Peristiwa naas yang terjadi akibat kebocoran pada pentil tabung gas tiga kilogram ini terjadi pada Minggu pukul 04.00 di Jalan Malinka, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sebanyak sepuluh orang yang sebagian besar adalah pedagang bubur tersebut mengalami luka bakar dalam kejadian ini.

Kebocoran tabung gas tiga kilogram ini bukan hanya satu atau dua kali terjadi. Berbagai kejadian tabung gas bocor dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun dari semua korban tersebut, masyarakat kelas bawahlah yang kini menanggung risikonya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau