JAKARTA, KOMPAS.com — Kejadian tabung gas bocor di Tanjung Duren, Jakarta Barat, membuat Sawiyah (45) mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya dari dada hingga kaki. Tak henti-hentinya ia merintih dan mengucap doa sambil berbaring lemah di ruang Laban, Rumah Sakit Sumber Waras.
"Allahu Akbar... Allahu Akbar... panas... panas...," rintihnya berkali-kali, Minggu (25/7/2010), saat dijumpai para pewarta. Karena kondisi tersebut, Sawiyah yang seluruh tubuhnya dibalut perban itu pun tidak bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan Diah, tetangga Sawiyah, Sawiyah ketika itu hendak menolong Karsan dan Zainudin (asal mula gas bocor) yang tinggal persis di depan rumahnya. "Lagi buka pintu di depan rumah pas mau keluar nolongin orang, apinya justru langsung nyamber ke dia," ungkap Diah kepada para pewarta itu.
Peristiwa naas ini terjadi karena kebocoran pada pentil tabung gas tiga kilogram milik Karsan. Sebanyak sepuluh orang yang sebagian besar adalah pedagang bubur tersebut mengalami luka bakar dalam kejadian ini.
Sawiyah juga harus rela seluruh tubuhnya dari dada hingga kaki dibalut perban. Pipinya tampak melepuh dan rambutnya langsung rontok manakala dipegang. Sawiyah hanya bisa merintih pedih dan berulang kali meneriakkan Allahu Akbar.
Kejadian yang menimpa Sawiyah bukan satu dua kalinya terjadi. Berbagai kejadian tabung gas bocor dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, dari semua korban tersebut, masyarakat kelas bawahlah yang kini menanggung risikonya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang