DUBAI, KOMPAS.com - Sayap Al Qaeda di Afrika Utara mengakui telah membunuh seorang sandera Prancis sebagai pembalasan atas penyerbuan pasukan Prancis dan Mauritania terhadap kelompok itu, demikian dilaporkan televisi Al-Jazeera, Minggu (25/7/2010).
Seorang pemimpin Al-Qaeda di Maghribi Islam (AQIM) mengatakan dalam rekaman suara, sandera Michel Germaneau (78) dibunuh pada Sabtu (24/7/2010) untuk membalas kematian enam anggota Al Qaeda dalam serangan tersebut.
Pasukan Mauritania yang didukung pasukan khusus Prancis melakukan penyerbuan lintas-batas terhadap pangkalan AQIM di Mali pada Kamis dan melanjutkan serangan itu selama beberapa hari. Para pejabat Mauritania berusaha mengecilkan peranan Prancis dalam penyerbuan tersebut.
Satu sumber Kementerian Pertahanan Prancis mengatakan, operasi itu diluncurkan setelah AQIM tidak memberikan bukti bahwa Germaneau masih hidup atau melakukan negosiasi mengenai sandera tersebut.
Germaneau adalah insinyur pensiunan, diculik pada April dan diyakini ditahan oleh Abdelhamid Abou Zeid, pemimpin kubu lebih keras dari dua kelompok AQIM yang beroperasi di Sahara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang