Tabung gas bocor

Kembali Tabung Gas Telan Korban

Kompas.com - 26/07/2010, 13:40 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Tabung gas bocor kembali memakan korban. Kali ini terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Amas Masani (55) menderita luka bakar mulai dari bawah pinggang hingga kaki akibat ledakan gas di dapur warung baksonya, di Kampung Pahlawan, Desa Gunung Bunder I, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Senin (26/7/2010) sekitar pukul 05.30.

Korban kini dirawat di Ruang Hesti 7 Rumah Sakit TNI AD Salak, Bogor. Sesekali mulutnya mengaduh menahan sakit pada bagian tubuhnya yang terbakar. "Kalau baju hangat saya ikut terbakar, pasti seluruh badan saya terbakar. Gas meledak sesaat saya menyalakan kompor karena mau masak air untuk kopi," tuturnya

Akibat ledakan tersebut, dapur berikut warung bakso korban ambruk dan rata dengan tanah.

Lelah (36), anak korban, menuturkan, suara ledakan tersebut sangat keras sehingga langsung membuat warga kampung berdatangan. Di lokasi kejadian warga sempat kebingungan karena tidak melihat sosok Amas, terlebih karena hari masih gelap. Rupanya, Amas tertimbun di bawah reruntuhan warungnya.

"Kami cari-cari ibu. Akhirnya ibu keluar dengan merangkak dan saya lihat ibu karena kainnya menyala karena kebakar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau