JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan mengatakan realisasi investasi pada triwulan II/ 2010 meningkat lebih dari 40 persen dibanding periode sama tahun 2009.
"Sejauh ini, saya sudah pastikan peningkatan ’year on year’ triwulan II/2010 ini lebih dari 40 persen" ujarnya seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (26/7/2010). Ia menjelaskan peningkatan itu terjadi baik di penanaman modal dalam negeri maupun modal asing dan menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan triwulan I yang hanya mencapai realisasi 25 persen.
"Pekan ini kami akan mengeluarkan angka pastinya. Itu total, PMA dan PMDN naik. Triwulan pertama kan kenaikan 25 persen, PMA naik 41 persen, PMDN turun. Tapi pada triwulan kedua, dua-duanya naik secara cukup meyakinkan, ini memberikan udara segar bagi investasi kita" ujarnya.
Menurut dia, peningkatan itu salah satunya didukung adanya relokasi sejumlah industri ke Indonesia seperti industri alas kaki dan elektronik dan ini menunjukkan semangat serta kepercayaan dari luar negeri terhadap iklim investasi di Indonesia semakin membaik. "Semangat dan kepercayaan dari orang luar negeri terhadap iklim investasi dalam negeri sudah membaik," ujar Gita.
Sementara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menambahkan secara keseluruhan total investasi pembentukan modal tetap bruto di Indonesia pada 2010 ditargetkan mencapai Rp1.894 triliun dan pada triwulan pertama telah tercapai Rp468,4 triliun.
"Target total untuk 2010 pemerintah 11,6 persen atau Rp 220 triliun, kalau swasta sisanya Rp 1.674 triliun atau 88,4 triliun. Kalau pembiayaan swasta macam-macam, ada yang dari kredit perbankan, kredit investasi modal kerja, ada yang dari pasar modal, obligasi swasta, ada yang swasta tapi dari luar negeri, antara lain Penanaman Modal Asing," ujarnya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah optimis, realisasi target sekitar Rp 1.894 triliun dapat tercapai pada akhir tahun. "Dengan target kita akhir tahun itu Rp 1,800 sekian triliun artinya kita optimis itu akan terlampaui. Kita baru kuartal I saja sudah Rp 400 sekian triliun," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang