Perekonomian

Realisasi Investasi Naik 40 Persen

Kompas.com - 26/07/2010, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan mengatakan realisasi investasi pada triwulan II/ 2010 meningkat lebih dari 40 persen dibanding periode sama tahun 2009.

"Sejauh ini, saya sudah pastikan peningkatan ’year on year’ triwulan II/2010 ini lebih dari 40 persen" ujarnya seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (26/7/2010).        Ia menjelaskan peningkatan itu terjadi baik di penanaman modal dalam negeri maupun modal asing dan menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan triwulan I yang hanya mencapai realisasi 25 persen.

"Pekan ini kami akan mengeluarkan angka pastinya. Itu total, PMA dan PMDN naik. Triwulan pertama kan kenaikan 25 persen, PMA naik 41 persen, PMDN turun. Tapi pada triwulan kedua, dua-duanya naik secara cukup meyakinkan, ini memberikan udara segar bagi investasi kita" ujarnya.

Menurut dia, peningkatan itu salah satunya didukung adanya relokasi sejumlah industri ke Indonesia seperti industri alas kaki dan elektronik dan ini menunjukkan semangat serta kepercayaan dari luar negeri terhadap iklim investasi di Indonesia semakin membaik.             "Semangat dan kepercayaan dari orang luar negeri terhadap iklim investasi dalam negeri sudah membaik," ujar Gita.

Sementara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menambahkan secara keseluruhan total investasi pembentukan modal tetap bruto di Indonesia pada 2010 ditargetkan mencapai Rp1.894 triliun dan pada triwulan pertama telah tercapai Rp468,4 triliun.

"Target total untuk 2010 pemerintah 11,6 persen atau Rp 220 triliun, kalau swasta sisanya Rp 1.674 triliun atau 88,4 triliun. Kalau pembiayaan swasta macam-macam, ada yang dari kredit perbankan, kredit investasi modal kerja, ada yang dari pasar modal, obligasi swasta, ada yang swasta tapi dari luar negeri, antara lain Penanaman Modal Asing," ujarnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah optimis, realisasi target sekitar Rp 1.894 triliun dapat tercapai pada akhir tahun. "Dengan target kita akhir tahun itu Rp 1,800 sekian triliun artinya kita optimis itu akan terlampaui. Kita baru kuartal I saja sudah Rp 400 sekian triliun," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau