AMBON, KOMPAS.com - Kapal Rumah Sakit terbesar milik Angkatan Laut AS USNS Mercy (T-19AH) tiba di Ambon dan lego jangkar di Teluk Ambon, Maluku, Senin (26/7/2010) untuk memulai misi kemanusiaannya di Provinsi Maluku yakni operasi Surya Bhaskara Jaya (SBJ).
Kapal RS terbesar di dunia itu memasuki Tanjung Alang di bibir Teluk Ambon bagian utara pukul 06.00 WIT untuk memulai program Pacific Partnership 2010, terutama mendukung kegiatan pelayaran internasional Sail Banda 2010.
Kehadiran kapal dengan panjang 273 meter itu, dikawal dua kapal Landing Craft Heavy (LCH) milik Angkatan Laut Australia yakni HMAS Labuan dan HMAS Tarakan serta satu kapal angkatan Laut Singapura RSS Endeavour-210.
Kapal tersebut berjalan merayap saat menyusuri perairan Teluk Ambon dan membutuhkan waktu tiga jam hingga lego jangkar di perairan depan Desa Hatiwe Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Setelah lego jangkar, satu helikopter blackhawk langsung diberangkatkan dari atas landasan kapal rumah sakit itu menuju Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon, di Desa Halong.
Helikopter tersebut mengangkut komandan kapal bersama beberapa perwiranya untuk bertemu Muspida Maluku dipimpin Wagub Maluku Said Assagaff.
Helikopter tersebut kemudian mengangkut para pejabat Maluku untuk mengunjungi kapal rumah sakit tersebut untuk melihat berbagai persiapan pengobatan terutama fasilitas operasi yang akan dilakukan di atas kapal tersebut.
Setelah itu, helikopter tersebut beroperasi mengangkut berbagai bantuan yang dibawa dari atas kapal menuju Halong yang dijadikan pusat komando operasi Surya Bhaskara Jaya.
Kehadiran kapal itu di teluk Ambon juga menarik perhatian masyarakat di Ibu Kota Provinsi Maluku yang sedang melakukan berbagai aktivitasnya.
"Kapalnya besar sekali. Bangga rasanya jika bisa berkunjung dan melihat dari dekat berbagai aktivitas yang dilakukan oleh ribuan personil kesehatan yang ada di kapal itu," ujar sejumlah warga.
Wagub Assagaff menilai kehadiran kapal rumah sakit terbesar di dunia itu akan berdampak besar membantu masyarakat dengan pengobatan gratis.
"Masyarakat di Maluku akan mendapatkan pengobatan secara gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Ini berdampak bagi peningkatan kesehatan masyarakat di daerah ini," katanya.
Selain pengobatan gratis yang dipusatkan di beberapa tempat serta operasi di atas kapal mewah tersebut, tim USNS Mercy juga akan bersama-sama dengan TNI melakukan kerja bhakti bersama membangun sekolah serta renovasi Mesjid Alfatah dan Gereja Maranatha Ambon.
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat yang bertugas di bagian Media Publikasi Pacific Partnership 2010, Mayor Daniel Bernardi menjelaskan, kehadiran USNS Mercy merupakan bagian dari program Pacific Partnership 2010.
Program itu merupakan misi ke lima dari serangkaian misi tahunan Armada Pacific AS, yang dilakukan di Indonesia.
Ini sebagai bentuk latihan penanggulangan bencana dengan tujuan memperkuat kerjasama regional serta meningkatkan kemampuan operasi dengan negara tuan rumah, negara sahabat, organisasi kemanusiaan dan bantuan internasional.
Menurutnya, negara-negara yang terlibat pada Pacific Partnership 2010 di Indonesia termasuk para profesional di bidang kesehatan dan insinyur dari Australia, Kamboja, Kanada, Indonesia, Selandia Baru, Inggris dan anggota militer Amerika Serikat.
Juga ada Lembaga Swadaya Masyarakat seperti HOPE Worldwide, Latter-day Saint Charities, Project HOPE, UCSD Pre-Dental Society, Vets without Borders, dan World Vets berada di kapal Mercy untuk membantu melayani kesehatan masyarakat Ambon dan daerah sekitar pulau itu.
Kunjungan kapal ini ini merupakan yang ketiga kalinya di Indonesia, setelah bencana tsunami pada bulan Desember 2004 yang menimpa Asia Tenggara dan daerah Samudra India.
Saat itu USNS Mercy ditugaskan untukmendukung usaha penanggulangan internasional. Pada 2006 Mercy sekali lagi ditugaskan sebagai bagian dari penugasan lima bulan yang meliputi program penanggulangan kesehatan di Banglades, Timor-Leste dan Filipina.
Mercy sudah menyelesaikan dua misi pertama Pacific Partnership 2010 ke Vietnam dan Kamboja, begitu juga dengan kunjungan ke Indonesia di wilayah Provinsi Maluku Utara, dimana Tim kesehatan dan insinyur bangunan melayani bantuan kesehatan dan proyekkonstruksi di daerah itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang