BANDUNG, KOMPAS - Dua warga Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung, Minggu (25/7), tewas diduga akibat keracunan minuman keras. Adapun seorang lainnya telah siuman setelah pingsan. Korban tewas adalah Ilah Romlah (38) dan Entat Hartati (38) yang biasa menafkahi keluarga dengan mengamen. Sementara korban selamat adalah Dede (32) yang sering ikut mengamen bersama Ilah dan Entat.
"Kami sedang mengidentifikasi penyebab kematian. Yang jelas, berdasarkan keterangan saksi, pada Sabtu pagi mereka minum-minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman ringan. Dua korban meninggal pada Minggu siang," ujar Kepala Kepolisian Sektor Babakan Ciparay Komisaris Wiharyatmo.
Wiharyatmo menyebutkan, kemungkinan besar ketiga orang tersebut mencampur cairan alkohol berkadar 70 persen dengan minuman ringan serbuk. Hal itu dibenarkan Dede yang ketika ditemui masih tergolek di lantai rumah petak di gang yang padat penduduk.
"Saya tidak tahu siapa yang mencampur. Kata teman saya, rasanya enak. Saya cuma minum setengah gelas karena ternyata kepala saya langsung pusing. Saya pun pulang meninggalkan mereka," kata Dede, ibu tiga anak itu. Anak tertuanya yang berumur 17 tahun putus sekolah karena tidak ada biaya.
Sementara itu, Asih (61), ibunda Ilah, mengaku tidak mengetahui penyebab kematian anaknya. "Sebelumnya, Ilah tidak punya penyakit apa pun. Sabtu malam sekitar pukul 19.00, dia pulang dalam keadaan pusing, lalu sempat muntah-muntah," ujar Asih.
Tak ada dokter
Pada Minggu pagi, Asih dan beberapa kerabat membawa Ilah ke sejumlah dokter praktik di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Namun, tidak ada dokter yang buka praktik.
"Sekitar jam 12.00 tadi (kemarin), kami membawa Ilah ke RS Rajawali menggunakan angkutan kota. Tap di perjalanan, dia keburu meninggal," kata Asih yang kini merawat empat anak Ilah. Ia mengaku tidak tahu apakah putri ketiganya itu kerap minum minuman beralkohol atau tidak.
Wiharyatmo menambahkan, polisi tidak akan memvisum korban karena pihak keluarga tidak mengizinkan. "Kami juga tidak menemukan barang bukti di lokasi tempat mereka minum-minum. Mungkin setelah habis, botolnya langsung dibuang," katanya. (HEI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang