Tragedi

Dua Wanita Tewas akibat Pesta Miras

Kompas.com - 26/07/2010, 17:18 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Dua warga Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung, Minggu (25/7), tewas diduga akibat keracunan minuman keras. Adapun seorang lainnya telah siuman setelah pingsan. Korban tewas adalah Ilah Romlah (38) dan Entat Hartati (38) yang biasa menafkahi keluarga dengan mengamen. Sementara korban selamat adalah Dede (32) yang sering ikut mengamen bersama Ilah dan Entat.

"Kami sedang mengidentifikasi penyebab kematian. Yang jelas, berdasarkan keterangan saksi, pada Sabtu pagi mereka minum-minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman ringan. Dua korban meninggal pada Minggu siang," ujar Kepala Kepolisian Sektor Babakan Ciparay Komisaris Wiharyatmo.

Wiharyatmo menyebutkan, kemungkinan besar ketiga orang tersebut mencampur cairan alkohol berkadar 70 persen dengan minuman ringan serbuk. Hal itu dibenarkan Dede yang ketika ditemui masih tergolek di lantai rumah petak di gang yang padat penduduk.

"Saya tidak tahu siapa yang mencampur. Kata teman saya, rasanya enak. Saya cuma minum setengah gelas karena ternyata kepala saya langsung pusing. Saya pun pulang meninggalkan mereka," kata Dede, ibu tiga anak itu. Anak tertuanya yang berumur 17 tahun putus sekolah karena tidak ada biaya.

Sementara itu, Asih (61), ibunda Ilah, mengaku tidak mengetahui penyebab kematian anaknya. "Sebelumnya, Ilah tidak punya penyakit apa pun. Sabtu malam sekitar pukul 19.00, dia pulang dalam keadaan pusing, lalu sempat muntah-muntah," ujar Asih.

Tak ada dokter

Pada Minggu pagi, Asih dan beberapa kerabat membawa Ilah ke sejumlah dokter praktik di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Namun, tidak ada dokter yang buka praktik.

"Sekitar jam 12.00 tadi (kemarin), kami membawa Ilah ke RS Rajawali menggunakan angkutan kota. Tap di perjalanan, dia keburu meninggal," kata Asih yang kini merawat empat anak Ilah. Ia mengaku tidak tahu apakah putri ketiganya itu kerap minum minuman beralkohol atau tidak.

Wiharyatmo menambahkan, polisi tidak akan memvisum korban karena pihak keluarga tidak mengizinkan. "Kami juga tidak menemukan barang bukti di lokasi tempat mereka minum-minum. Mungkin setelah habis, botolnya langsung dibuang," katanya. (HEI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau