Aquino Kecam Arroyo

Kompas.com - 27/07/2010, 03:17 WIB

Manila, Senin - Presiden terpilih Filipina, Benigno Aquino III, Senin (26/7), mengkritik pedas pemerintahan pendahulunya yang dinilai salah arah dan kebijakan-kebijakannya membuka peluang untuk korupsi. Akibatnya, kas pemerintahan banyak terkuras.

Hal itu disampaikan Aquino saat menyampaikan pidato nasionalnya, kemarin.

“Negara ini telah salah pimpin dan dibiarkan dalam kegelapan mengenai kondisi sesungguhnya negara kita,” ungkapnya.

Ditambahkan, seiring dengan berjalannya waktu, lingkup masif berbagai permasalahan yang diwarisi pemerintahan sekarang menjadi jauh lebih jelas.

Diuraikan, dalam enam bulan pertamanya, pemerintahan mantan Presiden Gloria Macapagal-Arroyo menghabiskan lebih banyak dari yang dihasilkannya sehingga mendorong defisit anggaran sebesar 196,7 miliar peso (sekitar Rp 37,8 triliun) atau 3,9 persen dari pendapatan domestik kotor Filipina.

Ditambahkan, pemerintahan saat ini hanya disisakan 6,5 persen dari anggaran tahun ini yang berjumlah 1,54 triliun peso (sekitar Rp 297 triliun).

Penggunaan anggaran pemerintah itu, lanjut Aquino, banyak untuk proyek-proyek ”tak berguna” yang diberikan kepada orang-orang terpilih saja.

Presiden baru Filipina itu memaparkan, 60 persen dana bencana yang diperuntukkan bagi rehabilitasi wilayah-wilayah yang terkena bencana topan telah digunakan meskipun musim hujan baru saja mulai.

Arroyo, yang mundur bulan lalu setelah sembilan tahun pemerintahan yang penuh gejolak dan dihiasi beberapa kali upaya kudeta serta tuduhan korupsi, tidak menghadiri pidato Aquino di depan Kongres Filipina itu.

Beberapa surat kabar memuat foto Arroyo dan keluarganya akan berangkat ke Hongkong.

Prioritas perundingan

Aquino mengatakan, perundingan damai dengan kelompok perlawanan Muslim di wilayah selatan akan dilanjutkan setelah berakhirnya bulan Ramadhan pada awal September.

Diakhirinya perlawanan warga Muslim, ditegaskan, merupakan prioritasnya. ”Kami yakin untuk meneruskan perundingan setelah Ramadhan,” ungkapnya mengacu pada perundingan damai dengan kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang berkekuatan 12.000 orang.

Aquino menegaskan, pandangannya mengenai masalah situasi di Mindanao tidak berubah. Perdamaian abadi hanya bisa dicapai jika seluruh pemangku kepentingan diikutsertakan dalam sebuah dialog yang jujur.

Aquino menjanjikan sebuah era baru pemerintahan yang bersih dari korupsi serta mengejar para pelaku korupsi dan mengungkap semua praktik yang salah pada masa pemerintahan sebelumnya. (AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau