Pertamina Diminta Tarik Tabung Elpiji

Kompas.com - 27/07/2010, 03:58 WIB

Surabaya, Kompas - Pertamina diminta menarik 400.000 tabung elpiji kemasan 3 kilogram dari Jawa Timur karena sudah tidak layak dan tidak memenuhi SNI. Penarikan perlu dilakukan segera agar tidak lagi menimbulkan korban.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Anna Luthfie mengatakan, berdasarkan penyusuran tim bentukan Komisi B DPRD Jawa Timur, ratusan ribu tabung itu tersebar di sejumlah wilayah. ”Dengan jumlah sebanyak itu, patut dipertanyakan keamanan distribusi elpiji. Kami masih terus mendata di mana saja tabung itu tersebar,” papar Anna, Senin (26/7) di Surabaya.

Pertamina, lanjutnya, diminta secepatnya menarik tabung-tabung itu dari pasaran. ”Jangan sampai digunakan masyarakat dan berujung ledakan lagi. Mungkin niat konversi energi baik, tapi caranya jangan merugikan masyarakat,” tambah Anna.

Menanggapi pernyataan itu, Asisten Manajer External Relations Pertamina Regional V Eviyanti Rofraida mengatakan, menurut catatan Pertamina, ada 380.000 tabung tidak layak pakai. ”Semua tabung itu didapat dalam proses pengisian ulang di SPBE (stasiun pengisian bulk elpiji). Setiap tabung tidak layak edar yang masuk SPBE akan langsung disimpan,” katanya.

Saat ini, lanjut Eviyanti, 180.000 tabung sedang menunggu penukaran dari pabrik karena masih dalam masa garansi. Dua ratus ribu tabung lagi sedang menunggu uji ulang dan perbaikan di Surabaya dan Gresik.

Di Kebumen, Jawa Tengah, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, ledakan dan kebakaran yang dipicu oleh kebocoran tabung elpiji 3 kilogram disebabkan adanya permasalahan pada produksi tabung gas pada masa awal program konversi gas berlangsung. ”Tak tertutup kemungkinan selama proses pengadaan tabung itu berlangsung, produksinya tak memenuhi syarat,” katanya. (MDN/RAZ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau