Kasus sisminbakum

Yusril: Rakyat yang Mana, Pak Marwan?

Kompas.com - 27/07/2010, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan pernyataan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy. Marwan mengatakan, kerugian Sisminbakum merugikan keuangan rakyat. Tindakan itu tidak termasuk merugikan keuangan negara karena dianggap sebagai pungutan liar.

"Pasal apa yang mau dituduhkan kalau katanya merugikan uang rakyat? Saya dipanggil, kan, tuduhannya karena tidak masuk PNBP," kata Yusril seusai bertemu Ketua DPR Marzuki Alie, Selasa (27/7/2010), di Gedung DPR, Jakarta.

Dia menduga Kejaksaan tengah "mencarikan" tuduhan baru terhadapnya setelah apa yang dituduhkan selama ini tidak terbukti. "Kemudian mencari pasal lain lagi. Yang bikin PT (Perseroan Terbatas) rakyat atau bukan, sih? Yang bikin PT, kan, orang kaya. Jadi, rakyatnya sopo? Rakyatnya Pak Marwan, yang mana?" ujarnya.

Menurut Yusril, yang dibutuhkan bagi para pelaku usaha adalah kecepatan dalam mendaftarkan perusahaannya. Dengan sistem lama, sebelum adanya Sisminbakum, proses pendaftaran memakan waktu setahun.

"Dengan Sisminbakum, pada zaman saya, selesai tiga sampai empat hari. Kalau tidak cepat disahkan perusahan-perusahaan itu, tidak ada investasi di negara kita," kata Yusril.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau