Peringatan Hari Hepatitis Dipusatkan di Yogyakarta

Kompas.com - 27/07/2010, 15:19 WIB

KOMPAS.com — Peringatan Hari Hepatitis sedunia tanggal 28 Juli di Indonesia akan dipusatkan di Yogyakarta, yang merupakan daerah dengan jumlah penderita tergolong tinggi. Peringatan Hari Hepatitis itu akan diisi dengan berbagai kegiatan dan akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.      "Pemilihan lokasi di Yogyakarta juga karena pelaksanaan imunisasi hepatitis di daerah itu sangat bagus, bahkan melebihi target, yaitu hingga 104,5 persen," kata Tjandra Yoga Adhitama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dalam jumpa pers peringatan Hari Hepatitis Dunia, Selasa (27/7/2010) di Jakarta.      "Selain itu, kami juga akan melakukan surveilans mengenai jumlah penderita hepatitis di Indonesia dan mengumpulkan data lainnya untuk menulis buku panduan pengendalian penyakit ini," ujar Tjandra.      Meskipun belum mendapatkan angka pasti penderita penyakit yang menyerang fungsi hati tersebut, Tjandra memperkirakan sekitar 20 juta orang di Indonesia menderita hepatitis B dan C. Dengan peringatan Hari Hepatitis tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap hepatitis, terutama yang menyerang bayi, karena ditularkan dari sang ibu.

Sebelumnya, Hari Hepatitis diperingati tiap tanggal 19 Mei. Namun, atas usulan delegasi Indonesia dalam sidang Badan Eksekutif WHO ke-126, disepakati bahwa Hari Hepatitis akan diperingati tiap tanggal 28 Juli yaitu hari kelahiran Dr Baruch Blumberg, penemu hepatitis B pada tahun 1965.      Di Indonesia, hepatitis termasuk salah satu penyakit berbahaya sehingga termasuk dalam lima imunisasi yang biayanya digratiskan oleh pemerintah, selain BCG, DPT, polio, dan campak.      Di dunia, virus hepatitis telah menyerang hingga dua miliar penduduk dan saat ini diperkirakan 400 juta penduduk sedang terinfeksi oleh hepatitis B dan sekitar 170 juta jiwa menderita infeksi hepatitis C.      Ahli kesehatan dari Divisi Hepatologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ali Sulaiman, memperkirakan, 13 juta penduduk Indonesia mengidap hepatitis B dan empat juta penduduk lainnya menderita hepatitis C. "Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita hepatitis," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau