BANJARMASIN, KOMPAS.com — Menjelang Ramadhan 1431 H, permintaan telur dan daging ayam diprediksi akan melonjak hingga 15 persen sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Anjam, Selasa (27/7/2010), mengatakan, saat ini kebutuhan telur Kalsel sebanyak 90 ton per hari, diperkirakan pada saat Ramadhan menjadi lebih dari 100 ton.
"Kalau permintaan daging sapi biasanya tidak ada lonjakan, tetapi telur dan ayam biasanya permintaan melonjak hingga 15 persen," katanya.
Kebiasaan warga Kalsel setiap puasa yaitu membuat berbagai macam kue dan jajanan untuk buka puasa, dan hampir semuanya menggunakan telur.
Begitu juga dengan daging ayam, diperkirakan akan naik drastis dibanding hari biasa, antara 10-15 persen.
Saat ini kebutuhan daging ayam warga Kalsel sebanyak 60.000 ekor per hari, pada saat puasa diperkirakan naik menjadi 70.000 ekor, bahkan bisa lebih bila ikan laut ataupun tawar sedang langka.
"Biasanya bila Ramadhan bertepatan dengan musim ikan, lonjakan kebutuhan ayam tidak terlalu besar," katanya.
Tentang stok, bila ternyata kebutuhan ayam Kalsel tinggi, pemasaran ke Kalimantan Tengah (Kalteng) akan distop karena pedagang akan mengutamakan kebutuhan pasar lokal terlebih dahulu.
Begitu juga dengan telur, bila permintaan di Kalsel naik tajam, pedagang akan langsung mendatangkan dari Jawa. Dengan demikian, pasokan tidak perlu dikhawatirkan.
"Yang harus dijaga saat ini adalah hubungan baik antardaerah dan provinsi serta kelancaran jalur distribusi," katanya.
Tentang harga, sudah bisa dipastikan terjadi kenaikan, tetapi diharapkan tidak akan terlalu tinggi selama stok di pasaran banyak dan produksi peternak juga stabil.
Diperkirakan, kata Maskamian, harga telur akan naik menjadi Rp 18.000 per kilogram dibanding biasanya, sekitar Rp 14.000 per kilogram.
Begitu juga dengan harga ayam, biasanya Rp 14.000 per kilogram, diperkirakan naik menjadi Rp 20.000 per kilogram atau Rp 30.000 per ekor dibanding saat ini, Rp 25.000 per ekor ukuran besar.
"Harga tersebut masih jauh lebih rendah dibanding harga ikan yang kini juga sangat mahal," katanya.
Tentang stok, pedagang biasanya sudah hafal dengan pola konsumsi masyarakat sehingga sudah bisa mengatur antara persediaan dan kebutuhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang