Pedrosa Kenal Indonesia Sejak Kecil

Kompas.com - 27/07/2010, 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pebalap utama dari tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, mengaku sudah mengenal Indonesia sejak masih duduk di bangku sekolah. Namun, pengetahuannya sebatas mata pelajaran Geografi.

"Saya sebenarnya sudah tahu, dan sering ke Kuala Lumpur dan Singapura. Tapi, baru kali ini benar-benar datang ke Indonesia, dan menyenangkan," akunya saat jumpa pers dengan media nasional Indonesia di Hotel Mulia, hari ini.

Pria berpostur tinggi 1,59 meter dan bobot 52 kilogram ini mengaku kaget melihat banyaknya jumlah sepeda motor yang seliweran di jalan Ibu Kota. Kemacetan juga membuat pebalap asal Negeri Matador itu terheran-heran.

"Ternyata masyarakat Indonesia sangat menyukai sepeda motor. Dan Kepolisian Indonesia jago mengawal saya menuju tempat ini (karena macet)," ucapnya sambil tertawa.

Terkait postur tubuhnya yang bisa dikategorikan "kecil", Dani berhasil membuktikan bahwa dia bisa menjadi pebalap yang diperhitungkan di ajang bergengsi MotoGP.

"Memang postur saya berada di bawah rata-rata dan beberapa kali terasa berat untuk melakukan manuver. Saya beberapa kali merasakan ini, tapi hal tersebut bisa diatasi," ungkap Dani yang mengidolakan Mick Doohan, juara dunia 5 kali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau