BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Nasib Pelatih Argentina Diego Maradona disebut media-media Argentina berada di ujung tanduk. Hal ini terjadi menyusul insiden adu mulut yang melibatkan Maradona dan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) Julio Grondona.
Menurut pemberitaan di Argentina, Maradona bertemu dengan Grondona untuk membicarakan masa depannya sebagai pembesut "Tim Tango", Selasa (27/7/2010). Alih-alih mencapai kesepakatan, legenda sepak bola Argentina itu justru terlibat perang kata-kata dengan Grondona.
Perang kata-kata itu berkaitan dengan ancaman mundur dari Maradona apabila AFA memecat anggota stafnya. Grondona ternyata berseberangan pendapat dengan pemilik gol "Tangan Tuhan" itu.
"Saya tentu sangat senang jika bisa melihat kamu bertahan hingga 2014, tetapi ada beberapa persyaratan," kata Grondona kepada Maradona.
Maradona kemudian menanyakan apa syarat yang diajukan Grondona kepadanya. Sayangnya, saat Grondona meminta Maradona membuang beberapa nama anggota stafnya di timnas, pelatih berusia 49 tahun itu langsung menjawab dengan kata-kata bernada keras.
"Kita tak punya apa-apa lagi untuk dibicarakan. Apakah Anda tak tahu siapa saya? Jika Anda mengubah satu orang, besok Anda harus mencari pelatih baru," ucap Maradona.
Seusai mengucapkan kalimat inilah Maradona diberitakan media-media Argentina langsung dipecat oleh Grondona. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari AFA perihal rumor ini.
Grondona hanya bisa menjanjikan untuk segera berdiskusi dengan komite eksekutif AFA sebelum mengeluarkan pernyataan resmi perihal nasib Maradona.
Sementara itu, media-media Argentina mulai berspekulasi mengenai siapa calon pengganti mantan bintang Napoli itu. Mayoritas dari media menyebut nama Pelatih Estudiantes Alez Sabella sebagai calon kuat suksesor Maradona. (GL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang