Pelatih argentina

Grondona Penentu Maradona

Kompas.com - 28/07/2010, 04:17 WIB

Buenos Aires, Senin - Laporan hasil pertemuan dengan Maradona yang disusun oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina alias AFA Julio Grondona akan menentukan nasib ”Si Tangan Tuhan” sebagai pelatih tim nasional. Laporan itu akan dipaparkan dalam rapat pimpinan AFA, Selasa (27/7) pukul 07.30 waktu Buenos Aires.

”Keputusan akan diambil besok. Saya tidak mengatakan bahwa telah dicapai kesepakatan. Presiden (AFA) sudah menyusun laporan dan akan memaparkannya dalam rapat Komite Eksekutif AFA,” ujar juru bicara AFA, Ernesto Cherquis Bialo.

Maradona bertemu dengan Grondona selama dua jam pada Senin. Mereka membahas masa depan Maradona setelah terdepak di perempat final Piala Dunia 2010. Pertemuan itu diklaim berlangsung akrab dan mendalam.

”Mereka melakukan pertemuan yang cukup lama dan menganalisis kondisi tim saat ini serta masa depannya (Maradona),” ujar Ernesto.

Sehari sebelum pertemuan pada Senin itu, Maradona melakukan wawancara pertama kali dengan media massa setelah kekalahan memalukan 0-4 dari Jerman di Piala Dunia 2010. Legenda sepak bola dunia itu menyatakan ingin tetap menjadi pelatih jika diberikan kebebasan memilih asisten.

”Saya ingin meneruskan. Meskipun itu akan diputuskan dalam pertemuan saya dengan Grondona dan hasilnya akan bergantung pada apa yang dia inginkan dan apakah dia menerima permintaan saya,” ujar Maradona.

Maradona menegaskan, melanjutkan pekerjaan sebagai pelatih tim nasional berarti mengambil tanggung jawab dan bekerja bersama orang-orang yang dia pilih. Sikap tegas ini merupakan jawaban atas permintaan Grondona sebelum pertemuan, bahwa Maradona harus mengganti beberapa asistennya.

”Saya tidak akan melanjutkan melatih tim nasional jika mereka ingin menjauhkan (Alejandro) Mancuso atau (Hector) Enrique dari saya atau jika mereka ingin memaksakan seseorang kepada saya,” ujar Maradona.

”Jika mereka menyentuh orang-orang kepercayaanku, jika mereka menyentuh pemijat, saya keluar,” tegas Maradona kepada America TV di bandara Ezeiza setelah pulang dari Venezuela.

Maradona mengklaim dirinya didukung oleh para pemain dan bersemangat terus melatih timnas Argentina. Jika terus melatih tim ”Tango”, Maradona akan bekerja hingga Piala Dunia 2014 di Brasil. (AP/REUTERS/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau