"Infotainment" Haram, Rossa Sambut Positif

Kompas.com - 28/07/2010, 13:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menyusul dikeluarkannya fatwa haram untuk tayangan infotainment pada pleno Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa (27/7/2010), membuat vokalis pop Rossa ikut berkomentar.

"Kalau buat aku, MUI lebih mengerti yang sifatnya gibah dan fitnah, mungkin penonton yang nonton TV akan terima-terima saja," kata Rossa saat ditemui di Studio VI RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (28/7/2010).

Menurut Rossa, fatwa haram yang dikeluarkan MUI sudah pasti dipertimbangkan masak-masak. Bisa jadi, lanjut Rossa, hal tersebut guna menegur pelaku media. "Itu yang bahaya. Kadang-kadang aku sering juga ngerasa, kadang script-nya itu rada gimana, mungkin ini jadi teguran juga untuk pelaku media ya. Kalau menyiarkan sesuatu itu mending yang benar-benar fakta saja," jelas Rossa.

Kata Rossa, infotainment saat ini seperti dua sisi mata uang. "Banyak juga untungnya, enggak semuanya rugi. Aku pasti banyak diuntungkan ya, cuma dirugiinnya soal gosip saja. Aku juga suka komplain ke media kalau memang berita aku enggak penting. Kadang enggak pakai wawancara, beritanya sudah ditulis, tapi enggak benar," jabarnya.

Karena alasan itu pula, Rossa menyambut positif fatwa MUI. "Ini ada baiknya bahwa profesi kita rentan ya, itu (gosip) bisa merugikan orang lain," ujar Rossa. "Saya setuju atau tak setuju tak akan mengubah dalam fatwa ya, tapi menurut saya ini ada baiknya juga," imbuhnya.

Fatwa haram infotainment berlebihan? "Enggak sih, kalau kita enggak kena sih enggak berasa, tapi kalau kena berita enggak benarnya baru berasa kan ya," tegas mantan istri drumer Yoyok "Padi" itu. (FAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau