Erdogan: Iran Berhak Gunakan Nuklir

Kompas.com - 28/07/2010, 14:08 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menggarisbawahi hak Iran untuk menggunakan energi nuklir demi keperluan damai. Ia mengecam bungkamnya Barat terhadap persenjataan nuklir milik Israel.

Dalam konferensi pers bersama setelah bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, di Ankara, Selasa (27/7), Erdogan juga menggarisbawahi komitmen Turki kepada Deklarasi Teheran. Dia melanjutkan, masalah kebijakan nuklir Iran perlu diselesaikan melalui cara-cara diplomatik, dan mengenai Deklarasi Teheran, Turki bersuara negatif pada resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) yang mengenakan sanksi baru kepada Iran.

Ia juga mengecam tindakan rezim Zionis dalam memblokade Jalur Gaza. Erdogan mengatakan, penduduk Gaza berada di bawah tekanan terus-menerus dari Israel dan bagaikan hidup dalam penjara.

Perdana menteri Turki menyebut serangan Israel terhadap armada  internasional di perairan internasional, yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, seperti perompak. Dia menambahkan,  tindakan itu mengherankan karena orang seluruh dunia bereaksi terhadap perompakan di Somalia, tetapi mereka bungkam mengenai tindakan Israel.     Erdogan menegaskan lagi bahwa negara Yahudi itu harus minta maaf atas tindakannya dan memberi kompensasi atas kerugian, serta mengakhiri blokade terhadap Gaza. Dia juga menyatakan negaranya menentang keberadaan persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah.

Perdana menteri Inggris tiba di Ankara, Senin, dan dalam pertemuannya dengan mitranya dari Turki, Selasa, membahas sejumlah masalah bilateral, perkembangan dunia, dan kawasan. Mereka juga membahas program nuklir Iran dan proses keanggotaan Turki di Uni Eropa, selain perkembangan masalah Siprus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau