ANKARA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menggarisbawahi hak Iran untuk menggunakan energi nuklir demi keperluan damai. Ia mengecam bungkamnya Barat terhadap persenjataan nuklir milik Israel.
Dalam konferensi pers bersama setelah bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, di Ankara, Selasa (27/7), Erdogan juga menggarisbawahi komitmen Turki kepada Deklarasi Teheran. Dia melanjutkan, masalah kebijakan nuklir Iran perlu diselesaikan melalui cara-cara diplomatik, dan mengenai Deklarasi Teheran, Turki bersuara negatif pada resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) yang mengenakan sanksi baru kepada Iran.
Ia juga mengecam tindakan rezim Zionis dalam memblokade Jalur Gaza. Erdogan mengatakan, penduduk Gaza berada di bawah tekanan terus-menerus dari Israel dan bagaikan hidup dalam penjara.
Perdana menteri Turki menyebut serangan Israel terhadap armada internasional di perairan internasional, yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, seperti perompak. Dia menambahkan, tindakan itu mengherankan karena orang seluruh dunia bereaksi terhadap perompakan di Somalia, tetapi mereka bungkam mengenai tindakan Israel. Erdogan menegaskan lagi bahwa negara Yahudi itu harus minta maaf atas tindakannya dan memberi kompensasi atas kerugian, serta mengakhiri blokade terhadap Gaza. Dia juga menyatakan negaranya menentang keberadaan persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah.
Perdana menteri Inggris tiba di Ankara, Senin, dan dalam pertemuannya dengan mitranya dari Turki, Selasa, membahas sejumlah masalah bilateral, perkembangan dunia, dan kawasan. Mereka juga membahas program nuklir Iran dan proses keanggotaan Turki di Uni Eropa, selain perkembangan masalah Siprus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang