JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun pergantian selang dan regulator tabung gas ukuran 3 kilogram sudah berjalan, Wakil Presiden Boediono mengaku risau terhadap ledakan tabung gas yang masih terus terjadi di tengah masyarakat.
Oleh sebab itu, Wapres meminta agar ada perubahan cara sosialisasi yang dilakukan terhadap masyarakat. Sosialisasi yang harus dilakukan Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral harus ditempuh dengan cara dari pintu ke pintu sehingga efektif.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono saat ditanya pers seusai mengikuti rapat mengenai reformasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
"Sosialisi dari pintu ke pintu sekarang harus dijalankan karena masih terjadinya ledakan tabung gas. Yang akan menjalankan adalah Kementerian ESDM dan Pertamina. Kami sudah menyertakan Kementerian Dalam Negeri dalam tim penanggulangan tabung gas elpiji. Akan tetapi, di tingkat bawahnya harus dilakukan lagi," kata Agung.
Menurut Agung, dengan cara sosialisasi dari pintu ke pintu, masyarakat diharapkan benar-benar mengetahui apa yang mesti dilakukan dalam penggunaan tabung gas 3 kilogram itu. "Misalnya, dapurnya harus ada ventilasinya agar jika terjadi kebocoran gas, gasnya tidak berkumpul di dapur," ucap Agung.
Agung menambahkan, Wapres Boediono sudah meminta agar masing-masing sektor dalam tim penanggulangan tabung gas melaporkan hasil kerjanya. "Dalam waktu satu atau dua hari ini laporannya harus sudah masuk dan akan dibahas lagi," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang