Tabung gas

Wapres: Sosialisasi dari Pintu ke Pintu

Kompas.com - 28/07/2010, 21:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun pergantian selang dan regulator tabung gas ukuran 3 kilogram sudah berjalan, Wakil Presiden Boediono mengaku risau terhadap ledakan tabung gas yang masih terus terjadi di tengah masyarakat.

Oleh sebab itu, Wapres meminta agar ada perubahan cara sosialisasi yang dilakukan terhadap masyarakat. Sosialisasi yang harus dilakukan Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral harus ditempuh dengan cara dari pintu ke pintu sehingga efektif.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono saat ditanya pers seusai mengikuti rapat mengenai reformasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (28/7/2010).

"Sosialisi dari pintu ke pintu sekarang harus dijalankan karena masih terjadinya ledakan tabung gas. Yang akan menjalankan adalah Kementerian ESDM dan Pertamina. Kami sudah menyertakan Kementerian Dalam Negeri dalam tim penanggulangan tabung gas elpiji. Akan tetapi, di tingkat bawahnya harus dilakukan lagi," kata Agung.

Menurut Agung, dengan cara sosialisasi dari pintu ke pintu, masyarakat diharapkan benar-benar mengetahui apa yang mesti dilakukan dalam penggunaan tabung gas 3 kilogram itu. "Misalnya, dapurnya harus ada ventilasinya agar jika terjadi kebocoran gas, gasnya tidak berkumpul di dapur," ucap Agung.

Agung menambahkan, Wapres Boediono sudah meminta agar masing-masing sektor dalam tim penanggulangan tabung gas melaporkan hasil kerjanya. "Dalam waktu satu atau dua hari ini laporannya harus sudah masuk dan akan dibahas lagi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau