MANCHESTER, KOMPAS.com - Bek Manchester United (MU) dan kapten tim nasional Perancis, Patrice Evra, mengaku sudah melupakan kegagalannya di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan fokus kepada persiapan MU menyambut musim 2010-2011. Ia menilai persiapan pramusim penting dan akan bekerja keras memulihkan fisik dan mentalnya.
Di Afrika Selatan, Evra dkk tersingkir di fase grup tanpa sekalipun memenangi pertandingan. Itu masih ditambah aksi mogok latihan menyusul keputusan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) menarik Nicolas Anelka, akibat berseteru dengan pelatih (saat itu) Raymond Domenech.
Sejumlah kalangan menilai, sebagai kapten tim, Evra bertanggung jawab atas insiden mogok latihan dan kegagalan skuad. Namun, Evra menegaskan, ia sudah merobek lembaran kelam Afrika Selatan dari kepalanya dan hanya fokus kepada usaha membawa MU menjuarai gelar musim depan.
"Pramusim sangat penting dan terutama bagi pemain Piala Dunia yang tidak mengikuti tur. Kami akan berlatih sangat keras untuk menjadi siap," ungkap Evra.
"Aku ingat ketika aku pertama kali datang di United (Januari 2006), aku kesulitan karena aku tak mengalami pramusim yang sama seperti pemain lain. (Pramusim) adalah waktu Anda meningkatkan kebugaran, menyatu dengan rekan tim, dan mengasah taktik,"
"Beberapa mengatakan, laga persahabatan tidak penting, tetapi kami selalu berusaha menang untuk menjaga mentalitas positif ketika kompetisi sesungguhnya dimulai," tuturnya. (GL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang