Selamat Tinggal Diego

Kompas.com - 29/07/2010, 03:59 WIB

BUENOS AIRES, SELASA - Sejumlah nama mulai muncul untuk menggantikan Diego Maradona yang tidak diperpanjang kontraknya sebagai pelatih tim nasional Argentina. Kandidat yang bakal bersaing adalah Alejandro Sabella, Miguel Angel Russo, Carlos Bianchi, Ramon Diaz, dan Diego Simeone.

Rapat Komite Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memutuskan tidak memperpanjang kontrak Maradona, Selasa (27/7) waktu setempat. Keputusan melalui pemungutan suara itu diambil setelah para petinggi AFA mendengarkan laporan Presiden AFA Julio Grondona yang bertemu dengan ”Si Tangan Tuhan” pada Senin lalu.

”Ada keinginan untuk dilakukan sejumlah perubahan terhadap staf Diego dan kami tidak memperoleh kesepakatan,” ujar Grondona. ”Tidak seorang pun dipecat, kontrak tidak diperbarui karena kami tidak memiliki dasar melakukanya.”

Maradona, yang masih ingin melatih tim nasional Argentina, memilih bungkam atas keputusan AFA ini.

AFA pun tidak membuang waktu untuk mencari pengganti Maradona. Sejumlah nama telah dicuatkan oleh penggila bola di Argentina ataupun media massa. Beberapa nama yang kini dijagokan menjadi pelatih Argentina adalah Pelatih Estudiantes Alejandro Sabella dan Pelatih Racing Miguel Angel Russo.

Para suporter Boca Juniors menjagokan Carlos Bianchi. Mantan penyerang itu memang tidak terlalu gemilang dalam karier sebagai pemain sepak bola. Namun, ia merupakan salah satu pelatih dari Amerika Selatan yang sukses. Ia memenangi sejumlah gelar domestik Argentina pada 1990-an dan awal 2000. Bianchi pernah melatih Boca, AS Roma, PSG, dan Atletico Madrid.

Ramon Diaz juga menonjol dalam sebuah survei calon pelatih tim nasional Argentina. Mantan penyerang berjuluk ”El Pelado” itu sukses saat melatih River Plate, 1995-2002. Ia membawa River Plate tujuh kali juara di sejumlah kompetisi.

Mantan gelandang Diego Simeone juga dicalonkan. Ia pernah membawa Estudiantes juara Apertura 2006 dan River Plate juara Clausura 2008. Mantan pemain Lazio ini kini sedang tidak melatih.

AFA perlu segera mencari pelatih baru untuk mempersiapkan tim menghadapi Copa America tahun depan. Tugas pelatih tim nasional senior Argentina untuk sementara akan dipegang oleh Sergio Batista.

Pelatih tim nasional U-20 yang menjadi rekan satu tim Maradona saat menyabet Juara Dunia 1986 itu akan mempersiapkan tim nasional menghadapi laga persahabatan melawan Irlandia di Dublin, 11 Agustus.

Pelatih baru yang nanti menangani tim ”Tango” diharapkan mengubah penampilan tim dengan strategi permainan yang lebih baik. Harapan memenangi Piala Dunia 2014 di Brasil pun menjadi beban pelatih baru itu.

Kolumnis sepak bola Joel Richards yang tinggal di Argentina menulis kritik pedas yang disampaikan kepada Maradona dari awal sampai akhir Piala Dunia mungkin benar.Namun, ada satu fakta yang tidak terbantahkan, yaitu tidak ada satu pun pelatih tim nasional Argentina sebelum Maradona, baik Basile, Pasarella, Bielsa maupun Pekerman, yang melaju lebih jauh dari perempat final Piala Dunia, ”Mungkin masalah dalam sepak bola Argentina bukan hanya pada pelatih,” kata Richards.

Maradona pernah mengibaratkan tim Argentina seperti mobil mewah Rolls Royce dalam hal pelayanan. Bisa jadi, menangani para pemain bintang Argentina itu tidak semudah yang dibayangkan. (REUTERS/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau