Ingin Merekam Adegan Seksi dengan Si Dia?

Kompas.com - 29/07/2010, 14:03 WIB

KOMPAS.com - Memang tak ada yang melarang bila Anda tertarik memfilmkan adegan seksi Anda bersama pasangan. Namun, ribetnya persoalan yang bakal dihadapi di kemudian hari, menjadi alasan mengapa sebaiknya Anda berpikir seribu kali sebelum melakukannya. Inilah beberapa di antaranya:

Risiko bubar
Jangan terlalu gampang percaya pada pasangan. Meski Anda sudah dan berjanji setia sehidup semati, tetap saja kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Bagaimana kalau Anda dan si dia berpisah? Yang menakutkan, setelah bubar, ternyata rekaman video yang tadinya tersimpan rapi dan enak-enak hanya dinikmati sendirian, karena marah dan dendam, lantas dia bagi-bagi dengan teman-teman, atau disebar di internet? Belum lagi risiko-risiko lain di luar faktor kesengajaan. Laptop hilang, ponsel ketinggalan di taksi, video kamera dicuri, dan lainnya. Sekali muncul di publik, susah membendung peredarannya.

Menimbulkan gejolak
Tidak seperti di negara liberal macam di Amerika, yang banyak pesohor justru pamornya makin naik karena video porno -seperti Paris Hilton atau Kim Kardashian- di Indonesia kalau video syur pribadi beredar bukan cuma malu dan aib yang didapat. Hujatan, makian, ejekan, serangan-serangan dari berbagai golongan jadi menu tambahan. Belum lagi kemungkinan dilaporkan ke polisi dan dijerat dengan pasal-pasal hukum. Itu namanya sudah jatuh tertimpa tangga, eeeh, tertimpa tukang cat pula.

Jadi korban pemerasan
Ini juga penting jadi pertimbangan. Siapa tahu suatu hari nanti Anda jadi orang ngetop Anda punya catatan bersih dari skandal seks dan susah jadi korban pemerasan. Antisipasi itu perlu. Namanya juga cita-cita, boleh dong berkhayal tinggi-tinggi.

Simpan di tempat terbaik
Boleh saja Anda mengoleksi adegan-adegan seksi terbaik sepanjang sejarah percintaan Anda, tapi simpanlah di tempat yang paling aman, di dalam kepala. Ketika Anda butuh menyalakan mood bercinta dengan pasangan, Anda bisa dengan gampang memutarnya kembali dengan mengingat-ingat. Malah dengan tambahan imajinasi, adegan yang sebenarnya tak terlalu heboh, bisa Anda modifikasi menjadi lebih dramatis. Kalau memang lagi susah berimajinasi, tinggal nge-klik situs dewasa di internet.

Lebih artistik
Kalau pun Anda benar-benar ingin membuat video pribadi, pastikanbuat yang seartistik mungkin, tentunya dengan bantuan lighting yang lembut, supaya hasilnya tak vulgar tapi artsy. Kalau perlu bagian wajah disamarkan. Manfaatkan teknologi untuk merekayasa tampilan agar lebih indah dari aslinya.

Namun, mengingat dunia tak lagi aman untuk menyimpan rahasia, banyak hal yang baiknya disimpan di memori alami saja.

(Majalah CHIC/Uly Siregar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau