Blok a tanah abang

Penjualan Busana Muslim Meningkat

Kompas.com - 29/07/2010, 15:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bulan suci Ramadhan yang sudah di depan mata mendatangkan berkah tersendiri bagi pedagang busana muslim di pusat grosir di Blok A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejumlah toko yang biasa menjajakan busana muslim dan perlengkapan shalat mulai kebanjiran rezeki. Bahkan, omzet pedagang meningkat dari Rp 500.000 per hari menjadi Rp 900.000 per hari.

Manisnya rezeki menyambut Ramadhan itu dirasakan sekali di toko busana muslimah, Arafah Collection, yang berada di Lantai II, Blok A. Di toko ini sekitar 25 stel busana muslimah habis terjual dalam sehari. Padahal, pada hari biasa, dia biasa menjual busana muslimah antara 5 dan 10 stel per hari.

"Saat ini peningkatan permintaan busana muslim masih sebatas eceran dan belum mencakup partai besar," tutur Neni, salah seorang karyawan toko, Kamis (29/7/2010).

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan busana muslim, tokonya sudah jauh-jauh hari mulai menambah stok baju muslim. Terlebih, diperkirakan, permintaan meningkat dua kali lipat seminggu sebelum puasa dibanding hari-hari biasa. Peningkatan pembelian membuat omzet di toko Arafah mengalami peningkatan.

“Sejak seminggu lalu, omzet toko kami mengalami peningkatan dari Rp 500.000 menjadi Rp 900.000 sehari," kata Ibrahim, pemilik toko.

Khusus Ramadhan kali ini, permintaan busana muslim paling banyak adalah jenis sarimbitan atau busana muslim stelan kembar yang terdiri dari bajo koko sang ayah, busana muslimah ibu, dan pakaian muslim anak. Sejak seminggu lalu, hampir tiga stelan sarimbitan selalu laris terjual per hari.

"Padahal kalau hari biasa, untuk jenis itu hanya terjual satu, itu pun tidak tentu,” ungkapnya.

Berkah serupa dirasakan toko busana muslim Hafara yang berada di Blok A, lantai 5, No 40-41 ini. Di toko busana muslim ini sejak sebulan ini mulai kebanjiran order permintaan busana muslim, baik yang dijual secara eceran, maupun partai besar.

Heni Heroni, pemilik toko busana muslim Hafara, mengaku bahwa permintaan untuk partai besar hingga 3-10 kodi dalam sehari. Untuk mengantisipasi semakin tingginya permintaan konsumen, pihaknya juga telah menambah stok bagi pembeli yang biasa memborong dengan partai besar.

"Peningkatan bisa mencapai 30 persen per hari," kata Heni, tanpa mau merinci jumlah nominalnya.

Heni mengaku, peningkatan order busana muslim akan terus berlangsung hingga seminggu sebelum Lebaran. Puncaknya diprediksi akan terjadi pada H-15 hingga H-10 yang bisa mencapai 20 kodi per hari.

Selain jenis busana muslim sarimbitan, busana muslim pria yang paling laris di tokonya adalah koko Pakistan yang biasa dijual Rp 180.000, sementara untuk pakaian muslimah adalah baju ihrom yang biasa dibanderol Rp 260.000.

Tak hanya pakaian muslim yang laris menjelang Ramadhan. Permintaan terhadap peralatan shalat, seperti sajadah, mukena, dan sarung, juga meningkat. Meski peningkatan yang terjadi belum terlihat signifikan, beberapa toko perlengkapan shalat sudah mulai didatangi pengunjung.

"Untuk pemesanan partai besar belum ada, tapi penambahan jumlah pembeli sudah terlihat," ucap Nurul, pegawai toko Nabil, di lantai 3, Blok A.

Manajer Promosi Pusat Tekstil Blok A, Tanah Abang, Heri Supriyatna, mengakui bahwa peningkatan jumlah pengunjung akan terjadi di Blok A menjelang H-2 Ramadhan. Adanya peningkatan jumlah pengunjung membuat pihaknya menambah pelayanan melalui perbaikan fasilitas AC, parkir, dan kebersihan.

“Jika pengunjung pada hari biasa mencapai 70.000 per hari, maka pada Ramadhan bisa 150.000-200.000 per hari. Wajar pembeli banyak berdatangan karena Blok A dikenal sebagai pusat busana muslim terbesar di Jakarta," katanya.

Pihaknya merinci bahwa di Blok A terdapat sekitar 6.500 pedagang pakaian. Dari jumlah itu, 1.200 di antaranya pedagang pakaian atau busana muslim. Para pedagang pakaian busana muslim ini tersebar di lantai LG, LGD, LC, dan di lantai 5 Blok A Tanah Abang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau