Kasus bibit-chandra

Rekaman Itu Sebenarnya Ada Enggak Sih?

Kompas.com - 29/07/2010, 16:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Soal ada atau tidaknya rekaman pembicaraan antara Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dan Ary Muladi, hal itu masih misteri. Keterangan dua institusi penegak hukum itu soal keberadaan rekaman tak sinkron.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Kamis (29/7/2010) di Kantor Presiden, kembali menegaskan bahwa rekaman tersebut ada. Bahkan, dia berjanji akan menyerahkan rekaman tersebut jika diminta. Syaratnya, permintaan tersebut sesuai prosedur.

Tak lama berselang, secara terpisah, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Marwan Effendi di Kejaksaan Agung memastikan tidak ada barang bukti, baik berupa rekaman CCTV maupun rekaman pembicaraan yang diserahkan penyidik Bareskrim Polri terkait perkara dugaan korupsi dua pimpinan KPK, Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah.

"Bagi kami bukan sebagai barang bukti. Enggak ada itu. Pernah kami minta apakah ada rekaman itu, berupa CCTV atau rekaman suara itu. Pada saat itu, menurut penyidik, CCTV itu enggak bisa dibuka. Sudah lewat waktu. Soal rekaman pembicaraan itu, penyidik memang pernah menyampaikan, tapi belakangan kok enggak ada," tambah dia.

Namun, Jaksa Agung Hendarman Supandji menyampaikan keterangan berbeda. Hendarman mengaku menerima laporan dari Marwan bahwa rekaman tersebut ada. Bahkan, Hendarman sempat menjelaskan ciri-ciri fisik rekaman tersebut. "Itu alatnya besar," kata Hendarman. Dia mengatakan, rekaman itu akan disampaikan pada saat persidangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau