Sunkist indonesia international challenge indocock

Pelatnas Pastikan Gelar Ganda Putri

Kompas.com - 29/07/2010, 22:52 WIB

SURABAYA, Kompas.com - Tim Pelatnas PBSI memastikan gelar ganda putri turnamen Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010, setelah meloloskan empat wakilnya di semifinal.

Dari hasil pertandingan babak perempat final di GOR Sudirman Surabaya, Kamis (29/7/10) malam, empat ganda putri pelatnas berhasil melewati adangan lawan-lawannya.

Mereka yang saling terlibat bentrok, masing-masing Jenna Gozali/Variella Aprilsasi melawan Suci Rizki Andini/Della Destiara, kemudian Dwi Agustiawati/Ayu Rahmasari menghadapi Komala Dewi/Keshya Nurvita.

Pasangan Jenna Gozali/Veriella lolos ke semifinal setelah menghentikan wakil tuan rumah Andriani Ratnasari/Maya Rosita dua set langsung 21-10, 22-20. Sementara Suci/Della yang menempati unggulan ke-3, meraih kemenangan mudah 21-11, 21-15 atas pasangan Thailand, Rodjana Chuthabunditkul/Wiranpatch Hongchookeat.

Unggulan ke-2 Komala Dewi/Keshya menang atas Deariska Putri/Gloria Emanuelle dengan skor 21-16, 21-18. Kemudian Dwi Agustiawati/Ayu Rahmasari mengalahkan rekan sesama pelatnas Gebby Ristiyani/Tiara Rosalina dalam tiga set 12-21, 21-13, 21-11.

Manajer tim pelatnas Maria Fransisca usai pertandingan, mengaku tidak menduga pemain ganda putri bisa menguasai partai semifinal.

"Hasil ini jauh lebih baik dibanding penampilan mereka di beberapa turnamen sebelumnya. Kualitas permainan pemain-pemain putri juga sudah lebih baik," katanya.

Peluang tambah gelar

Pelatnas masih berpeluang menambah gelar setelah meloloskan wakil di semifinal semua nomor. Bahkan pada ganda putra, dua pasangan pelatnas saling berhadapan yakni Rahmat Adianto/Andrei Adistia dengan Rizki Yanu Kresnayandi/Albert Saputra.

Pasangan Rahmat/Andrei yang sempat kalah pada set pertama, mampu membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 17-21, 21-13, 21-17 atas pasangan Singapura, Yi Liu/Jiang Terry. Sedangkan Rizki Yani/Albert Saputra menundukkan rekannya sendiri Agrippina Primaharmanto/Ricky Karanda 21-17, 21-18.

Pada nomor tunggal putra, dua pemain pelatnas Ary Trisnanto dan Evert Sukamta berhasil menjungkalkan lawan-lawannya. Sementara Pandu Dewantoro gagal melanjutkan kiprahnya.

Ary secara mengejutkan menumbangkan mantan seniornya di pelatnas Tommy Sugiarto dengan dua set langsung 21-19, 21-8, sementara Evert juga menang dua set 21-18, 21-11 atas finalis tahun lalu Fauzi Adnan.

Di semifinal, Evert akan menantang unggulan utama Andre Kurniawan dan Ary bertemu unggulan ke-2 Alamsyah Yunus.

Dari nomor tunggal putri, Bellatrix Manuputty menjadi satu-satunya wakil pelatnas yang tersisa, setelah Aprilia Yuswandari yang lebih diunggulkan harus tersingkir.

Aprilia harus mengakui keunggulan Silvina Kurniawan dalam permainan tiga set yang berakhir 21-11, 16-21, 17-21. Sementara Bellatrix menang atas semifinalis Indonesia Super Series 2010, Ana Rovita, dengan skor 21-8, 10-21, 21-17.

Pada perebutan tiket final, Bellatrix akan menghadapi juara bertahan Fransiska Ratnasari yang sebelumnya menang mudah atas pemain Malaysia Sannatasah Saniru 21-13, 21-10.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau