Palembang, Kompas
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Sosial Sumsel Ratnawati, Kamis (29/7) di Palembang. ”Anak jalanan yang ditertibkan selanjutnya akan diberi pembinaan keterampilan atau dikembalikan ke sekolah,” kata Ratnawati.
Menurut dia, Dinas Sosial Sumsel bekerja sama dengan telah menyalurkan bantuan uang sekolah kepada 50-an anak jalanan. Bantuan uang sekolah tersebut ditransfer langsung ke rekening anak.
”Bantuan uang sekolah diberikan selama enam bulan. Tapi kalau anaknya kembali ke jalan, bantuan dihentikan,” kata Ratnawati tanpa merincikan jumlah bantuan tersebut.
Dia mengaku, jumlah bantuan dari pemerintah untuk anak jalanan masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat agar ikut peduli kepada anak jalanan. Misalnya, dengan tidak memberikan uang kepada anak jalanan karena membuat mereka menjadi manja.
Direktur Yayasan Puspa Indonesia Rina Bakrie menuturkan, penertiban anak jalanan demi SEA Games 2011 merupakan tindakan tidak manusiawi. Sebab, anak jalanan berada di jalan karena berbagai faktor, termasuk faktor ekonomi. ”Kalau anak jalanan akan ditertibkan harus ada solusi. Anak jalanan harus tetap bisa mencari nafkah,” ujar Rina.
Menurut Rina, anak jalanan sering menjadi sasaran penertiban karena dikhawatirkan berbuat kriminal. Padahal, faktanya sangat jarang anak jalanan berbuat kriminal.
Rina mengutarakan, SEA Games masih setahun lagi sehingga masih cukup waktu untuk memberikan pendidikan dan keterampilan kepada anak jalanan. Dengan demikian, anak jalanan tidak perlu ditertibkan saat SEA Games berlangsung.