Jelang gp hungaria

Hamilton: McLaren hanya di Posisi Tiga

Kompas.com - 30/07/2010, 10:30 WIB

BUDAPEST, Kompas.com - Pebalap McLaren, Lewis Hamilton, tak mau terlalu jumawa meskipun dia dan rekan setim Jenson Button, berada di puncak klasemen. Pebalap Inggris ini sadar, timnya saat ini bukanlah yang terbaik di arena Formula 1, karena menurutnya, dari sisi kecepatan McLaren hanya berada di peringkat tiga. Meskipun demikian, juara dunia 2008 ini tetap optimistis mereka punya potensi untuk menjadi juara dunia.

Untuk sementara, Hamilton memimpin klasemen sementara dengan total 157 poin dari hasil 11 seri yang sudah dilakoni. Dia dikuntit oleh kompatriotnya, Button, yang terpaut 14 poin. Duet McLaren ini ditempel ketat oleh dua pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel dan Mark Webber, yang berturut-turut di posisi 3-4, serta jagoan Ferrari, Fernando Alonso, di urutan 5.

Namun melihat performa para rivalnya di GP Jerman akhir pekan lalu, Hamilton sadar bahwa McLaren kalah bersaing. Dalam balapan di Sirkuit Hockenheim tersebut, Ferrari finis 1-2, disusul Vettel. Inilah yang menjadi alasan Hamilton mengatakan bahwa McLaren hanya menjadi mobil tercepat ketiga.

"Saya sudah mengatakan sejak Valencia (27 Juni), bahwa sejak (Ferrari) melakukan upgrade, mereka menjadi lebih cepat dari kami," ujar Hamilton di Hungaroring. "Meskipun hal itu (kecepatan) tidak terlihat saat balapan di akhir pekan tersebut, begitu juga di Silverstone (11 Juli), sudah terlihat bahwa waktu itu mereka lebih cepat dari kami.

"Untuk saat ini, kami hanyalah tim yang dari sisi kecepatan berada di posisi tiga. Karena itu, kami harus bekerja keras untuk berusaha mengejar mereka dengan melakukan sejumlah upgrade.

"Saat ini kami masih berada di belakang. Tentu saja ini akan menjadi perhatian--meskipun kami masih memimpin klasemen dan kami masih bisa meraih hasil bagus serta masih meraih banyak poin sampai kami melakukan langkah selanjutnya. Kami hanya berharap bisa terus meraih banyak poin."

Hamilton juga menyadari, unggul 14 poin belum menjadi jaminan dia akan meraih gelar juara dunia. Sebab, dengan sistem poin yang sekarang, selisih tersebut sangat mudah untuk dipangkas jika lawan tampil lebih konsisten untuk naik podium nomor satu.

"Kelihatannya memimpin dengan banyak poin, dan 14 poin dengan sistem lama pasti sangat menyenangkan," ujarnya. "Tetapi itu relevan dengan 2,5 atau 3 poin dengan sistem perhitungan lama, sehingga saya harus tetap menekan. Saya bahagia berada di depan, tetapi tentu lebih senang lagi jika tetap di posisi itu sampai akhir tahun. Saya harus tetap fokus."

Nah, untuk menjaga posisinya agar tetap aman di puncak, Hamilton harus bisa bangkit saat tampil di GP Hungaria akhir pekan ini. Jika gagal jadi yang pertama, apalagi tidak mampu naik podium di Sirkuit Hungaroring ini, maka posisinya semakin terancam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau