JAKARTA, KOMPAS.com — PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya mengumumkan bahwa kinerja Perseroan pada semester I-2010 mengalami kenaikan signifikan dibanding dengan periode yang sama tahun 2009.
Pada enam bulan pertama 2010, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Permintaan konsumen domestik meningkat ditunjang oleh ketersediaan likuiditas dengan suku bunga yang rendah, nilai tukar rupiah stabil, dan inflasi yang terjaga. Semua ini membuat Perseroan menunjukkan kinerja yang baik, khususnya di bidang otomotif dan jasa keuangan.
“Kepercayaan konsumen cenderung meningkat seiring dengan stabilnya suku bunga dan nilai tukar rupiah. Astra telah berhasil melewati paruh pertama 2010 dengan baik dan diharapkan akan tetap dapat menghadapi pasar yang cukup menantang di semester kedua,” demikian ungkap Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Jumat (30/7/2010).
Performa
Penghasilan bersih Perseroan pada semester I-2010 yang berakhir 30 Juni 2010 mencapai Rp 61,9 triliun atau naik 38 persen. Laba usaha mengalami kenaikan 13 persen, menjadi Rp 6,7 triliun, sehingga sepanjang semester I-2010 Astra membukukan laba bersih Rp 6,4 triliun, atau naik 52 persen. Sementara itu, laba bersih per saham juga naik 52 persen menjadi Rp 1.591.
Nilai aktiva bersih Perseroan per 30 Juni 2010 mencapai Rp 43,1 triliun, meningkat 8 persen dibanding per akhir 2009, yang berarti nilai aktiva bersih per saham mencapai Rp 10.650.
Perseroan terus menikmati kuatnya arus kas operasional dalam periode semester pertama 2010 ini. Per 30 Juni 2010, tanpa memasukkan aktivitas jasa keuangan, Perseroan membukukan kas bersih sebesar Rp 3,5 triliun dibandingkan Rp 729 miliar per akhir tahun 2009.
Aktivitas bisnis
Secara keseluruhan, bidang usaha otomotif dan jasa keuangan, tidak termasuk asosiasi dan jointly controlled entities, di paruh pertama tahun 2010 menyumbang laba usaha sebesar Rp 2,5 triliun. Share of results di bidang otomotif serta asosiasi dan jointly controlled entities dari bidang jasa keuangan mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 171 persen.
Total penjualan mobil nasional sepanjang semester I-2010 naik 76 persen mencapai lebih dari 370.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra naik 71 persen menjadi sekitar 208.000 unit, yang berarti pangsa pasar sedikit menurun menjadi 56 persen. Pada paruh pertama tahun 2010, Astra meluncurkan beberapa model baru, termasuk Lexus LS 600hL, Peugeot 207 2T, Peugeot 3008, Isuzu Bison Pick Up, dan Toyota Vios TRD.
Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional sepanjang semester I-2010 naik 41 persen menjadi sekitar 3,6 juta unit. Sebagai pemimpin pasar, penjualan produk PT Astra Honda Motor (AHM) mengalami kenaikan sebesar 43 persen menjadi 1,7 juta unit sehingga pangsa pasar AHM sedikit mengalami kenaikan dari 45,8 persen menjadi 46,3 persen. Pada periode ini AHM meluncurkan Honda Absolute Revo, Supra X 125, Scoopy, dan PCX.
PT Astra Otoparts Tbk (AOP), anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang manufaktur komponen kendaraan roda dua dan roda empat dengan kepemilikan Astra sebesar 95,7 persen, turut diuntungkan dengan kenaikan penjualan otomotif, melaporkan laba bersih naik 81 persen menjadi Rp 569 miliar.
Kontribusi dari Bidang Jasa Keuangan Perseroan, khususnya pembiayaan konsumen mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan pinjaman yang dibukukan dan tingkat suku bunga yang relatif stabil. Pada paruh pertama 2010, PT Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services mencatat nilai pembiayaan naik 54 persen menjadi Rp 20,8 triliun.
Pada bulan Juni 2010, Astra mengumumkan untuk membeli 47 persen saham PT Astra Sedaya Finance dan PT Sedaya Pratama. Transaksi ini diharapkan selesai pada semester II-2010 bila semua persyaratan telah disetujui oleh badan regulator.
Sementara itu, PT Bank Permata Tbk, yang 44,5 persen sahamnya dimiliki oleh Perseroan, juga mengalami pertumbuhan yang baik selama enam bulan pertama 2010 yang didorong oleh situasi makro yang positif.
Sumber daya alam dan lain-lain
Laba usaha dari bidang sumber daya alam dan bidang lain dari Perseroan, yang terdiri dari agribisnis, alat berat, pertambangan, teknologi informasi, infrastruktur, dan logistik, turun 1 persen menjadi Rp 4,0 triliun. Hasil yang cukup baik di sektor alat berat dan infrastruktur cukup membantu penurunan kontribusi bidang agribisnis dan kontrak penambangan batu bara.
Penjualan bersih PT Astra Agro Lestari Tbk, perusahaan dengan kepemilikan Astra sebesar 79,7 persen, turun 1 persen dari Rp 3,54 triliun menjadi Rp 3,52 triliun, sedangkan harga pokok penjualan naik 6 persen dari Rp 2,16 triliun menjadi Rp 2,69 triliun yang mengakibatkan laba bersih perusahaan turun dari Rp 770 miliar menjadi Rp 636 miliar.
PT United Tractors Tbk (UT), anak perusahaan Astra dengan kepemilikan 59,5 persen, yang bergerak di bidang alat berat, mencatat sedikit kenaikan laba bersih sebesar 1 persen menjadi Rp 1,9 triliun pada enam bulan pertama tahun 2010. Penjualan unit Komatsu naik 95 persen menjadi 2.700 unit akibat tingginya permintaan dari sektor pertambangan dan perkebunan. Meskipun penjualan unit meningkat, laba bersih UT hanya sedikit mengalami kenaikan disebabkan oleh adanya pergeseran komposisi penjualan ke unit-unit dengan margin laba yang rendah.
Anak perusahaan UT yang bergerak di bidang kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (“Pama”), mencatat kenaikan ekstraksi batu bara sebesar 24 persen menjadi 37,5 juta ton dan peningkatan overburden removal sebesar 15 persen menjadi 313 juta bcm. Sementara itu, penjualan dari tambang sendiri tercatat sebesar lebih dari 1,2 juta ton. Meskipun produksi meningkat, kontribusi Pama ke laba bersih UT turun karena margin keuntungan yang rendah yang disebabkan oleh peningkatan biaya produksi dan penguatan nilai tukar rupiah.
PT Astra Graphia Tbk (AG), anak perusahaan dengan kepemilikan 76,9 persen yang bergerak di bidang information technology solution dan distributor tunggal Fuji Xerox di Indonesia, mencatat kenaikan laba bersih sebesar 71 persen menjadi Rp 44 miliar.
Sementara itu, bidang usaha infrastruktur dan logistik mencatat laba bersih Rp 179 miliar atau naik 39 persen dari periode enam bulan pertama tahun 2009. PAM Lyonnaise Jaya, anak usaha perseroan dengan kepemilikan 30 persen, pengelola dan distributor air minum untuk Jakarta bagian barat, mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 30 persen menjadi 73 juta meter kubik air.
PT Marga Mandalasakti, operator jalan tol, dengan kepemilikan perseroan 79 persen mengalami kenaikan volume trafik sebesar 8 persen atau 14,1 juta kendaraan. Sementara itu, PT Serasi Autoraya dengan kepemilikan perseroan 100 persen berhasil meningkatkan keuntungan dari penjualan mobil eks rental.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang