JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menawarkan beberapa langkah terkait meledaknya tabung gas, akhir-akhir ini.
"Ini bukan masalah konversi gasnya. Ini masalah gas secara keseluruhan. Kalau masalah konversi gas, harusnya hanya tabung tiga kilogram yang bermasalah, tetapi ternyata tabung 12 kilogram juga terjadi," kata Jusuf Kalla seusai menjadi pembicara dalam workshop bertema "Penyelesaian Konflik di Filipina Selatan dan Thailand Selatan" yang diselenggarakan Uni Eropa dan ASEAN di Jakarta, Jumat.
Kalla menjelaskan, terjadinya berbagai kecelakaan dalam kasus gas elpiji ini karena adanya tindakan kriminal berupa penyuntikan tabung gas dan tidak adanya kontrol dari PT Pertamina.
Oleh karena itu, Kalla menawarkan beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah kecelakaan gas ini. Pertama, PT Pertamina harus melakukan kontrol yang ketat atas kualitas tabung gas yang ada.
Kalla menegaskan, tabung gas yang berada di masyarakat dalam jangka waktu tertentu harus dilakukan cek kualitas. "Jadi, PT Pertamina harus membuka bengkel-bengkel reparasi tabung gas untuk memperbaiki yang rusak dan menarik yang rusak. Jadi, tak perlu menarik tabung dari rumah ke rumah," kata Kalla.
Kalla menjelaskan, setidaknya setiap 10 hari tabung gas akan kembali ke SPBE. Pada saat itulah, harus dilakukan pengecekan atas kualitas tabung yang ada.
Kedua, Kalla meminta Polri bertindak tegas atas adanya tindak kriminal penyuntikan tabung gas. "Banyak tabung gas rusak karena adanya penyuntikan. Ini kriminal murni, harus ditindak tegas," ujar Kalla.
Menurut Kalla, banyaknya penyuntikan tabung gas terjadi karena adanya perbedaan harga yang besar antara harga gas tabung 12 kilogram dan harga gas tabung tiga kilogram. "Orang bisa mendapatkan keuntungan miliaran rupiah kalau melakukan penyuntikan gas ini," tutur Kalla.
Oleh karena itu, langkah ketiga yang ditawarkan Kalla adalah mengurangi disparitas harga gas 12 kilogram dan tiga kilogram tersebut. "Karena itu, bisa harga gas 12 kilogram diturunkan dan harga gas tiga kilogram dinaikan, tetapi bersamaan dengan itu diberikan BLT berupa pembagian aksesorinya secara gratis," papar Kalla.
Menurut Kalla, dengan tiga langkah tersebut, persoalan ini akan bisa diselesaikan. Kalla yakin masalah utamanya bukan kebijakan konversi, melainkan soal pengawasan atau kontrol di lapangan. "Dengan demikian, rakyat tak bayar kenaikan gasnya, tetapi akan terjadi perbaikan kualitas," ucap Kalla.
Kalla juga mengusulkan kenaikan harga gas tabung tiga kilogram tersebut sekitar 5 persen saja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang