Macau terbuka grand prix gold

Simon Menang Telak dan ke Semifinal

Kompas.com - 30/07/2010, 16:37 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Simon Santoso hanya memerlukan waktu 23 menit untuk meraih tiket semifinal Macau Terbuka Grand Prix Gold. Unggulan keempat ini menang telak 21-6, 21-5 atas pemain Hongkong Wong Wing Ki, pada pertarungan babak perempat final turnamen berhadiah 120.000 dollar AS tersebut, Jumat (30/7/10).

Hasil ini membuat Simon tinggal selangkah lagi maju ke final. Akan tetapi, pemain Pelatnas Cipayung ini bakal menghadapi lawan terberat pada semifinal besok, karena kemungkinan besar dia melawan unggulan utama asal Malaysia, yang juga pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Chong Wei diprediksi bakal melewati adangan unggulan 15 dari Korea Selatan Shon Wan Ho.

Dengan demikian, Indonesia telah meloloskan tiga wakil ke semifinal. Sebelumnya, dua pasang pemain non-pelatnas, yaitu ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, serta ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan, telah meraih tiket babak empat besar.

Sepanjang pertarungan dua set, Simon benar-benar mendikte lawan, yang memang reputasinya jauh di bawahnya. Di set pertama, Simon langsung melejit 6-1, sebelum melaju lagi untuk memimpin 13-3. Keunggulan telak ini membuat Simon bermain sangat rileks dan tak kesulitan menang 21-6.

Di set kedua, Simon membukanya dengan meraih sembilan poin beruntun sehingga memimpin 9-0. Sempat tertahan satu poin, Simon kembali mendulang tiga angka untuk unggul 12-1, sebelum menyudahinya dengan 21-15.

, masih sangat mulus. Ganda putra terbaik Indonesia ini kembali meraih kemenangan straight set saat melibas pasangan Jepang Yoshiteru Hirobe/Kenta Kazuno dengan skor 21-11, 21-16 dalam waktu 22 menit, Jumat (30/7/10), di perempat final turnamen berhadiah 120.000 dollar AS ini.

Dengan demikian, Kido/Hendra selangkah lebih dekat menuju tangga juara. Tetapi, di semifinal besok, pasangan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini harus bisa lebih dulu menaklukkan pemenang antara pasangan Korea Selatan Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong dengan pemain Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.

Kido/Hendra menunjukkan dominasinya dalam laga ini. Di set pertama, unggulan kedua tersebut tak tersentuh oleh lawan karena sejak unggul 4-0 di awal pertandingan, mereka terus menjauh hingga 16-6. Meskipun sempat tertahan dan lawan menambah tiga poin, Kido/Hendra bisa melaju lagi untuk menang 21-11.

Di set kedua, Hirobe/Kazuno memberikan perlawanan yang lebih gigih. Sempat tertinggal 3-7, pasangan Jepang tersebut bisa menahan dan mengejar perolehan poin Kido/Hendra, untuk mengubah skor menjadi 7-7. Tetapi setelah itu, Kido/Hendra kembali menjauh dan tak terkejar lagi sampai menang 21-16.

Untuk sektor tunggal putra, Indonesia memiliki dua wakil. Selain Simon, masih ada Sony Dwi Kuncuro. Unggulan ketiga ini akan menghadapi pemain Thailand yang merupakan unggulan kelima, Boonsak Ponsana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau