JAKARTA, KOMPAS.com — Meski tiga gerbong kereta api Argo Bromo Anggrek nyaris terguling dengan kemiringan hingga 45 derajat di Stasiun Manggarai, Jumat (30/9/2010), hingga saat ini, mesin lokomotif kereta masih hidup.
Derungan mesin kereta bernomor CC 20340 Dipo Induk SDT masih juga terdengar sehingga sebagian warga yang melihat kondisi kereta merasa ketakutan. Mereka khawatir, kereta sewaktu-waktu akan jalan.
"Kami tidak berjanji kapan kira-kira ini selesai. Yang jelas, saat ini kami berupaya semaksimal mungkin agar proses pemindahan cepat selesai. Untuk sementara, beberapa kereta yang lewat jalur ini kami alihkan," ujar Kahumas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq di Stasiun Manggarai, Jaksel.
Dari pantauan Tribunnews.com, hingga saat ini petugas evakuasi kereta masih terus berupaya mengeluarkan gerbong-gerbong yang miring tersebut keluar dari rangkaian agar bisa dievakuasi.
Petugas sempat kesulitan karena penerangan di lokasi kereta anjlok sangat minim dan cenderung gelap. Padahal, untuk bisa mengeluarkan satu roda kereta saja, petugas mengaku membutuhkan waktu hingga setengah jam lebih.
Seperti diberitakan, kereta Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya-Gambir sekitar pukul 15.46 anjlok di Stasiun Manggarai lantaran delapan as roda kereta patah dan ban kereta lepas dari badan kereta. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang mengakibatkan sedikitnya 200 penumpang merasa terpukul dan kaget bukan kepalang tersebut. (Tribunnews/Alie Usman)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang