Sunkist indonesia international challenge indocock

Langkah Ratnasari Dihentikan Bellatrix

Kompas.com - 30/07/2010, 22:06 WIB

SURABAYA, Kompas.com - Pebulu tangkis Pelatnas Pratama Bellatrix Manuputty menghentikan ambisi juara bertahan Fransiska Ratnasari, untuk mempertahankan gelar turnamen Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010.

Pada laga semifinal di GOR Sudirman Surabaya, Jumat (30/7/10) malam, Bellatrix menumbangkan pemain unggulan pertama tersebut dalam permainan tiga set dengan skor 10-21, 21-16, 21-13.

Di laga final yang dimainkan Sabtu (31/7), Bellatrix akan bertemu Rosaria Yusfin Pungkasari yang lolos ke final dengan menundukkan Silvina Kurniawan 21-6, 21-14.

"Kunci kemenangan karena saya bisa bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru mematikan lawan. Dia (Fransiska) punya pertahanan cukup bagus dan saya harus sabar menunggu kesempatan menyerang," ujar Bellatrix usai pertandingan.

Fransiska, yang berambisi menembus final keduanya, tampil mendominasi pada set pertama dengan pukulan-pukulan reli yang diakhiri smes menyilang untuk menang mudah 21-10.

Namun, Bellatrix mengubah pola permainan pada set kedua dengan memainkan bola-bola cepat dan menyilang yang sulit dijangkau lawannya. Bellatrix sukses menyamakan skor setelah menang 21-16.

Di set penentuan, Bellatrix semakin mudah mendikte permainan Fransiska dan beberapa kali melancarkan smes keras yang mematikan. Dia akhirnya menang dengan skor telak 21-13.

"Rosaria mainnya bagus dan pertemuan terakhir saya kalah. Tapi, di final besok saya akan berusaha membalasnya," tambah Bellatrix yang bertekad merebut gelar pertamanya setelah bergabung di pelatnas.

Sementara itu pada pertandingan ganda campuran, unggulan utama Viki Indra Okvana/Gustiani Megawati harus mengubur impiannya menembus final turnamen berhadiah total 15.000 dolar AS (sekitar Rp 135 juta) ini. Pasangan tuan rumah ini menyerah dua set langsung dari unggulan ketiga Tri Kusuma Wardana/Nadia Melati dengan skor 17-21, 16-21.

Pada partai final, Tri/Nadia akan menghadapi wakil pelatnas Hendra Mulyono/Ayu Rahmasari yang lolos dengan membekuk pasangan Ardiansyah Putra/Devi Tika Permatasari 23-21, 21-17.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau