Jakarta, Kompas -
Isi pidato Presiden Yudhoyono akan terbagi menjadi dua. Pada sesi pertama, Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan menyambut pembukaan masa sidang DPR dan memperingati Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus.
Pada sesi kedua, Presiden akan berpidato untuk memberikan pengantar pemerintah mengenai Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2011.
Demikian disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi saat ditanya pers seusai mendampingi Presiden memberikan pengarahan kepada peserta lokakarya ”Kepemimpinan Pertahanan Masa Depan” di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/7). ”Jadi, tidak terpisah lagi seperti tahun-tahun lalu,” ujar Sudi.
Hanya bedanya, tambah Sudi, pidato Presiden dibagi dua sesi. ”Sesi pertama pidato kenegaraan 16 Agustus dan pembukaan masa sidang DPR. Sesi kedua pengantar pemerintah untuk Nota Keuangan dan RAPBN 2011,” kata Sudi.
Dalam catatan, pada tahun-tahun sebelumnya, pidato kenegaraan Presiden disampaikan secara terpisah kepada anggota DPR dan DPD pada hari yang berbeda. Isi pidato Presiden juga sekaligus digabung dan tidak dibedakan, baik untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan RI dan masa sidang DPR maupun Pengantar Nota Keuangan dan RAPBN 2011.
Secara terpisah, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat ditanya pers seusai menghadiri rapat mengenai isi pidato kenegaraan Presiden di Gedung II Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat siang, menyatakan, pidato kenegaraan yang akan disampaikan Presiden berlangsung selama 30-40 menit untuk dua sesi.
Rapat tersebut dipimpin Wakil Presiden Boediono dan dihadiri tiga menteri koordinator (menko), yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, dan Menko Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto. Hadir pula Sudi Silalahi, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.