Seleksi direksi pdam:

Nama Anggota Tim Seleksi Belum Diungkap

Kompas.com - 31/07/2010, 14:37 WIB

Semarang, Kompas - Sebanyak tujuh orang dari lima perguruan tinggi dan instansi telah dipilih untuk menjadi tim seleksi direksi Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Namun, Pemerintah Kota Semarang belum mengungkap nama anggota tim seleksi itu dengan alasan untuk kelancaran rekrutmen.

Wali Kota Semarang Soemarmo HS mengatakan, tim seleksi itu terdiri orang-orang yang kompeten. Dengan tim tersebut, Soemarmo menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak mana pun. "Saya juga tidak mengenal baik orang-orang yang masuk dalam tim seleksi," kata Soemarmo, Jumat (30/7), di Semarang.

Soemarmo berencana bertemu dengan tim seleksi itu pada Selasa pekan depan. Ia berharap direksi PDAM yang baru sudah terbentuk paling lambat pada akhir tahun ini.

Tim seleksi direksi PDAM berasal dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Diponegoro Semarang, Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah, dan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Pusat.

Masing-masing anggota tim seleksi memiliki peran dalam proses rekrutmen itu. Unissula di bidang psikologi, Unika (teknik), Undip (keuangan dan bahan kimia), BPKP Jateng (manajemen), dan Perpamsi (pelayanan).

Pengajar Fakultas Hukum Unika Soegijapranata Semarang Hotmauli Sidabalok mengatakan, rekrutmen direksi PDAM saat ini momentumnya tepat untuk pembenahan total manajemen PDAM. Alasannya, rekrutmen ini dilakukan sesaat setelah pemerintah kota yang baru terbentuk.

Menurut dia, keterbukaan ini penting mengingat pengelolaan manajemen PDAM terlalu diintervensi kepentingan politik. "Kalau sejak sekarang tidak terbuka, bagaimana masyarakat bisa ikut menilai," kata Hotmauli.

Sejak kepemimpinan Sulistyo (Direktur Utama PDAM yang telah mengundurkan diri), keterbukaan di PDAM mulai dilakukan. Sulistyo bersedia membuka daftar pelanggan PDAM sehingga pemantauan produksi dapat dihitung dengan baik. Akses pelayanan PDAM mulai dibuka. (DEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau