Semarang, Kompas - Sebanyak tujuh orang dari lima perguruan tinggi dan instansi telah dipilih untuk menjadi tim seleksi direksi Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Namun, Pemerintah Kota Semarang belum mengungkap nama anggota tim seleksi itu dengan alasan untuk kelancaran rekrutmen.
Wali Kota Semarang Soemarmo HS mengatakan, tim seleksi itu terdiri orang-orang yang kompeten. Dengan tim tersebut, Soemarmo menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak mana pun. "Saya juga tidak mengenal baik orang-orang yang masuk dalam tim seleksi," kata Soemarmo, Jumat (30/7), di Semarang.
Soemarmo berencana bertemu dengan tim seleksi itu pada Selasa pekan depan. Ia berharap direksi PDAM yang baru sudah terbentuk paling lambat pada akhir tahun ini.
Tim seleksi direksi PDAM berasal dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Diponegoro Semarang, Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah, dan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Pusat.
Masing-masing anggota tim seleksi memiliki peran dalam proses rekrutmen itu. Unissula di bidang psikologi, Unika (teknik), Undip (keuangan dan bahan kimia), BPKP Jateng (manajemen), dan Perpamsi (pelayanan).
Pengajar Fakultas Hukum Unika Soegijapranata Semarang Hotmauli Sidabalok mengatakan, rekrutmen direksi PDAM saat ini momentumnya tepat untuk pembenahan total manajemen PDAM. Alasannya, rekrutmen ini dilakukan sesaat setelah pemerintah kota yang baru terbentuk.
Menurut dia, keterbukaan ini penting mengingat pengelolaan manajemen PDAM terlalu diintervensi kepentingan politik. "Kalau sejak sekarang tidak terbuka, bagaimana masyarakat bisa ikut menilai," kata Hotmauli.
Sejak kepemimpinan Sulistyo (Direktur Utama PDAM yang telah mengundurkan diri), keterbukaan di PDAM mulai dilakukan. Sulistyo bersedia membuka daftar pelanggan PDAM sehingga pemantauan produksi dapat dihitung dengan baik. Akses pelayanan PDAM mulai dibuka. (DEN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang