Pancake: Bahan Sederhana, Taburan Apa Saja

Kompas.com - 31/07/2010, 23:22 WIB

KOMPAS.com - Bahan utama pembuatan pancake adalah tepung terigu, susu, gula, mentega, air, telur, plus pengembang. Cara memasaknya pun sederhana, tinggal menuangkan adonan ke wajan dan kadang cukup satu sisi saja yang bersentuhan dengan wajan.

Untuk menikmatinya, pancake yang masih hangat dapat diguyur sirup, madu, aneka selai, atau cukup bertabur gula halus dan olesan mentega. Pancake dapat pula dinikmati bersama es krim, cokelat leleh, buah-buahan, keju, jus buah kental, dan kacang-kacangan.

Selain pancake manis, ada pula pancake asin (savoury) yang cocok dipadukan sayuran, ikan, jamur, telur, daging sapi, sosis, dan daging ayam. Tentu saja lengkap dengan kucuran saus tomat, mayones, atau saus lainnya. Untuk pancake jenis ini, takaran gula dapat ditiadakan atau hanya dipakai sedikit saja.

Dari bahan baku sama, dapat dibuat hidangan berbeda dengan nama yang lain. Maka, lazim dijumpai dalam daftar menu pancake sejajar dengan waffle. Namun, waffle lebih sering disajikan manis dengan sirup, madu, mentega, atau es krim.

Penganan ini dapat disantap kapan saja, untuk sarapan sampai makan malam. Layak menjadi hidangan pembuka, utama, hingga penutup. Bahkan, pancake dapat pula menjadi kudapan. Cocok disajikan untuk anak balita dan orang dewasa.

Meski banyak orang menganggap pancake hidangan khas Barat, sesungguhnya hidangan sejenis dan masih berkerabat dengan pancake ada di berbagai pelosok dunia. Hanya saja, namanya berbeda-beda.

Di Perancis, misalnya, mereka membuatnya dalam versi tipis dan menyebutnya crepe. Di Jerman, ada pancake yang terbuat dari kentang. Negeri Belanda menyebut pancake dengan pannekoek.

Di Italia, mereka menyebutnya crespelle. Mereka juga senang mengisi pancake dengan keju ricotta dan cokelat, lalu menggorengnya. Mereka menyebut sajian ini cannoli.

Sementara di Afrika, banyak negara mengenal pancake dengan nama pannekoek. Hidangan ini disajikan bersama taburan gula dan bubuk kayu manis.

Di Amerika Utara, pancake kerap disebut hotcake, griddlecake, atau flapjacks. Lain halnya di Meksiko, mereka menamainya cajeta.

Di Benua Asia, banyak negara memiliki pancake khas negara masing-masing. Sebut saja India yang memiliki beberapa jenis pancake, yakni pooda, cheeela, dosa, dan uttapam.

Vietnam pun memiliki beberapa macam pancake, yakni banh xeo dan banh khot di bagian selatan serta banh can dan banh khoai di Vietnam tengah.

Di Nepal, umumnya cenderung savoury pancake yang disebut chataamari yang disajikan dengan daging dan telur. ”Negeri Embun Pagi” alias Korea Selatan memiliki jeon, pajeon, bindaetteok, kimchijeon, dan hotteok.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sajian yang berkeluarga dengan pancake di Nusantara adalah kue dadar dan serabi. Sama seperti pancake, kue dadar dan serabi dapat disajikan asin atau manis.

Apa pun namanya, pancake termasuk hidangan yang mudah dibuat termasuk bagi pemula untuk urusan dapur, mudah dikombinasikan dengan bahan lain, dan siapa pun bakal mencicipi. Sekalipun hanya berupa pancake dasar dengan sedikit lelehan mentega dan seoles sirup atau madu sebagai pemanis, lidah dijamin bakal tergoda. Hmmmm, enak!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau