Perburuhan

Tuntut Kenaikan Upah, 100 Buruh Digebuk

Kompas.com - 01/08/2010, 03:06 WIB

DHAKA, KOMPAS.com - Sedikitnya 100 orang luka-luka dalam serangan para pekerja garmen Bangladesh terhadap sejumlah pabrik dan mobil, Sabtu (31/7/2010).

Aksi kekerasan para buruh yang menuntut kenaikan gaji itu menandai hari kedua protes mereka. Untuk membubarkan massa demonstran, polisi sempat menembakkan peluru hampa dan gas air mata.

Pekan ini, Pemerintah Bangladesh mengumumkan besaran upah minimum bulanan pekerja, yakni 3.000 taka (sekitar 43 dolar Amerika Serikat) sedangkan para pekerja menuntut gaji bulanan sebesar 5.000 taka.

Perdana Menteri Sheikh Hasina meminta para pekerja agar tenang.  "Siapa yang untung kalau industri garmen hancur? Para pekerja seharusnya tidak ikut dalam kegiatan yang justru mengancam sumber roti mereka," kata Sekretaris Pers Kepresidenan, Abul Kalam Azad.

Industri garmen merupakan penyerap tenaga kerja terbesar kedua di Bangladesh setelah sektor pertanian. Industri garmen juga merupakan penyumbang 80 persen pendapatan tahunan dari ekspor Bangladesh yang mencapai 16 miliar dolar AS.

Insiden yang bermula di kawasan industri, Ashulia, sekitar 30 kilometer utara ibukota Bangladesh, Dhaka, hari Sabtu, itu tidak hanya melukai para pekerja tetapi juga polisi.

Laporan suratkabar setempat menyebutkan, beberapa polisi yang mencoba menghentikan penyerangan para pekerja ke mobil-mobil polisi ikut terluka dalam bentrokan dengan para demonstran buruh.

Polisi sudah menahan sedikitnya 25 orang. Dalam aksinya, para pekerja sempat memblokir jalan di Fatulla, dan lebih dari 50 orang luka-luka dalam bentrok fisik antara buruh dan polisi.

Pabrik-pabrik Bangladeh membuat produk garmen untuk merk internasional, seperti JC Penney, Wal-Mart, H&M, Kohl’s, Marks & Spencer, Zara dan Carrefour.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau