Sukun, Bisa Jadi Sumber Karbohidrat

Kompas.com - 01/08/2010, 12:06 WIB

KOMPAS.com — Sukun berasal dari Polynesia, tempat terdapat 40 jenis sukun yang tumbuh. Sukun yang menjadi makanan pokok dari Kepulauan Polynesia diperkenalkan ke Hawaii, Indonesia, dan Filipina. Sukun disebut juga breadfruit (artocarpus).

Tanaman sukun jika sedang musimnya bisa berbuah sangat lebat, tetapi sayangnya tidak bisa disimpan lama. Sukun sebagai sumber karbohidrat juga dimanfaatkan sebagai makanan pokok di Mentawai sebelum mengenal beras. Sukun mempunyai kelebihan sebagai sumber karbohidrat. Kandungan protein sukun segar lebih tinggi daripada ubi kayu, kandungan karbohidratnya lebih tinggi daripada ubi jalar atau kentang. Dalam bentuk tepung, nilai gizinya lebih kurang setara dengan beras.

Dengan demikian, sukun, khususnya tepung sukun, mempunyai prospek yang sangat baik sebagai pangan sumber karbohidrat.

Buah sukun yang digoreng atau direbus biasa dinikmati sebagai camilan. Ketika diolah sebagai tepung, sukun dapat dibuat menjadi mi. Kita bisa mencoba memasukkan tepung sukun pada makanan dengan rasa yang tidak menyimpang dari aslinya.

(Tuti Soenardi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau