Bentrokan ormas

Warga Rempoa Tetap Siaga

Kompas.com - 01/08/2010, 13:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga RW 07, Jalan Garuda, Rempoa, Ciputat, tetap waspada dan bersiaga kalau-kalau ada organisasi massa akan kembali melakukan penyerangan. Sejumlah warga terlihat masih berjaga-jaga di lokasi yang menjadi tempat kejadian bentrokan dengan ormas tersebut pada Sabtu (31/7/2010) malam. 

Pantauan Kompas.com, meskipun tidak banyak, sejumlah warga masih terlihat duduk-duduk di sekitar lokasi bentrokan. Ricky, salah seorang warga RW 07, Rempoa, mengatakan, pihaknya tetap berjaga-jaga dan memastikan situasi tetap kondusif pascabentrokan. 

"Dari warga sih tidak ada penjagaan khusus, tapi kami tetap siaga. Jadi kalau sewaktu-waktu ada serangan susulan, kami siap," kata Ricky di lokasi kejadian, Minggu (1/8/2010).

Sementara itu, Mahmud Nasir, Ketua RW 07, mengatakan, warganya mengalami kerugian mental akibat kejadian tersebut. Warga merasa waswas kalau-kalau bakal terjadi bentrokan susulan. "Ya, jelas jadi takut. Warga di sini mengalami kerugian mental akibat bentrokan itu," kata Mahmud.

Meski sejumlah warga terlihat tetap berjaga-jaga, situasi di lokasi hingga Minggu siang terlihat sudah kondusif. Warga terlihat beraktivitas seperti biasanya. Warung-warung di sekitar lokasi kejadian tetap buka seperti biasa. Sementara pul metromini yang terletak tidak jauh dari lokasi tetap beroperasi normal.

Seperti diberitakan, massa Forum Betawi Rempug (FBR) terlibat bentrok dengan warga Rempoa, Sabtu malam. Bentrokan massa ini terjadi karena perselisihan antara FBR dan warga terkait pemasangan bendera FBR di Rempoa. Massa FBR yang tidak terima benderanya dicopot akhirnya menyerang warga sekitar yang berada di lokasi. Sedikitnya puluhan motor rusak dan terbakar akibat kejadian tersebut, sementara puluhan warga mengalami luka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau