Israel Diroket Kelompok Salafi

Kompas.com - 01/08/2010, 13:41 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com - Pesawat Israel membom sebuah terowongan dan kamp pelatihan kelompok gerilyawan di Jalur Gaza, Minggu (1/8/2010) setelah serangan roket menghantam wilayah Israel.

Serangan udara Israel itu menimbulkan kerusakan tetapi tidak ada korban dilaporkan. "Roket yang ditembakan, pada Sabtu menimbulkan kerusakan berat pada gedung Israel dekat perbatasan Jalur Gaza," kata militer.

Tidak ada yang cedera dalam serangan itu. Kelompok pejuang Salafi mengaku telah melancarkan serangan roket itu.

Ini adalah kejadian kedua seperti itu yang mendapat reaksi Israel kurang dari dua hari.

Pada Jumat, sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza mendarat di kota pantai Laut Tengah Israel, Ashkelon , merusak jendela-jendela dan mobil-mobil yang diparkir.

"Israel membalas aksi itu dengan serangan-serangan yang menewaskan seorang komandan militer Hamas di Jalur Gaza," kata Hamas.

Baku serang itu menandakan peningkatan ketegangan antara Israel dan para pejuang Gaza setelah satu periode relatif tenang. Militer mengatakan sekitar 110 roket ditembakkan ke Israel sejak awal tahun 2010.

Israel melancarkan serangan tiga minggu terhadap Jalur Gaza akhir tahun 2008 dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dari wilayah itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau