Wahana ancol

Ecopark Kedatangan Penghuni Baru

Kompas.com - 01/08/2010, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Taman keanekaragaman hayati Ancol, Ecopark, kedatangan penghuni baru hari ini, Minggu (1/8/2010). Penghuni baru tersebut adalah seekor rusa tutul yang diberikan secara simbolis dalam acara peringatan Hari Tata Ruang yang berlangsung di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Serah terima rusa coklat bertutul putih yang diklaim sebagai hewan langka tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Selain kedatangan rusa tutul, dalam peringatan Hari Tata Ruang tersebut, pihak Ancol, Pemrov DKI, dan Kementerian Pekerjaan Umum menanam sejumlah pohon secara simbolis di Ecopark. Adapun Ecopark adalah taman kenakeragaman hayati Ancol yang akan dibangun di atas lahan 33,6 hektar bekas lapangan golf Ancol.

Pembangunan Ecopark yang direncanakan selesai pada kuartal III tahun 2010 tersebut dilakukan berdasarkan konsep blue, green, dan red Ancol. Konsep blue mengusung misi untuk memperluas wilayah perairan Ancol, konsep green memperluas wilayah hijau Ancol dengan menanam jutaan pohon, dan konsep red dengan membangun berbagai fasilitas edutainment bagi pengunjung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau