LONDON, KOMPAS.com - Inggris menyatakan, gerakan tentara menumpas militan Taliban di Afganistan selatan berlangsung sangat baik, saat upaya itu memasuki hari ketiga, Minggu (1/8).
Ratusan tentara Inggris terlibat dalam gerakan Tor Shezada, atau Pangeran Hitam, bersama rekan Afganistan-nya di sekitar Sayedebad di Provinsi Helmand tengah, tempat perlawanan Taliban kuat. Gerakan itu dimulai dalam kegelapan Jumat dengan tentara diterjunkan dari helikopter. "Gerakan Pangeran Hitam maju pesat," kata juru bicara kementerian pertahanan. "Sejumlah peledak rakitan ditemukan dan pertemuan diadakan dengan kepala desa dalam upaya memberi jaminan," katanya.
Pasukan itu, dipelopori Batalyon I, Resimen Adipati Lancaster, masuk untuk membersihkan dan membangun pangkalan ronda di wilayah itu. Belum ada korban dan hanya terjadi bentrok terbatas dengan militan Taliban.
Mayor Simon Ridgway, dari Batalyon I, menyatakan pasukan Inggris dan Afganistan menghadapi tembakan terbatas senjata ringan pada tahap awal gerakan itu. "Yang perlu kami lakukan adalah menghapus kemampuan mereka bergerak. Kuncinya adalah jalur mereka ke senjata, peluru, peledak rakitan," katanya kepada radio BBC.
"Dengan mengamankan dan menguasai wilayah itu, kami mengurangi kebebasan bergerak pemberontak itu dan kemudian, bersama dengan warga setempat -dengan meyakinkan mereka bahwa masa depan mereka lebih baik di bawah pemerintah mereka sendiri- kami dapat membangun keamanan, yang menghentikan pemberontak memiliki kemampuan memengaruhi dan menekan masyarakat setempat," katanya. Sayedebad berpenduduk 6.000 orang.
Anggota parlemen Inggris di London, ahkir Juli, menyatakan akan mulai menyelidiki perang Afganistan, mengkaji alasan pasukan Inggris tetap di sana sembilan tahun setelah serbuan dan apakah mereka berhasil. Panitia bentukan komisi pertahanan Majelis Rendah meminta bukti tertulis tentang pembenaran kesertaan berkelanjutan 10.000 tentara Inggris di persekutuan asing di Afganistan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang