Form@t

"Keong Racun"

Kompas.com - 02/08/2010, 03:19 WIB

Jejaring sosial digital menjadi fenomena penting tidak hanya untuk memperluas hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi tren baru untuk melakukan berbagai aktivitas ekonomi dan perdagangan. Kemudahan digitalisasi memungkinkan siapa saja menjadi populer dan, bahkan, bisa menjadi tambang emas baru di era digitalisasi.

Fenomena ”Keong Racun” lagu dangdut yang menjadi pembahasan di mana-mana sampai menjadi topik tren di Twitter menunjukkan kekuatan digitalisasi yang mampu mengubah segala-galanya. Lagu dangdut yang tidak pernah kedengaran di anak tangga lagu dangdut tiba-tiba menjadi populer di mana-mana.

Bermula dari dua wanita iseng menggunakan fasilitas video digital di komputer mereka, menyanyikan ”Keong Racun” secara lypsinc mengikuti mimik irama dan lirik lagu dangdut ini. Lagu ini pun akhirnya menjadi populer, menyebabkan mesin bisnis hiburan bergulir, membawa popularitas bagi dua wanita yang dikontrak perusahaan, dan menyebabkan video kedua wanita ini dilihat oleh sekitar 1,8 juta penonton di YouTube.

Ini fenomena penting. Fenomena sama yang mengangkat Justin Bieber, yang menjadi populer melalui situs YouTube setelah ibunya mengirim rekaman anaknya menyanyi ke situs jejaring video sosial yang bisa ditonton siapa saja.

Fenomena jejaring sosial digital ini memang mengherankan, mampu mengangkat siapa saja untuk menjadi populer dan menjadi tren yang ingin disaksikan oleh siapa saja di jejaring internet. Di Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang suka kongko-kongko ketimbang membaca atau menulis, fenomena ini memiliki tempat tersendiri.

Yang menjadi tantangan bagi kita adalah bagaimana mengangkat fenomena ini menjadi enjin perubahan, mendorong berbagai sektor sosial, politik, ekonomi, perdagangan untuk mendorong harkat bangsa yang berbasis informasi.

Dan, angka pertumbuhan akses jejaring sosial digital di negeri ini terus meningkat secara pesat. Hal ini, antara lain, menjelaskan banyaknya para petinggi perusahaan-perusahaan teknologi komunikasi informasi global bertandang untuk melihat fenomena jejaring sosial Indonesia.

Dalam statistik, angka-angka ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi bagian penting yang ikut menentukan perkembangan digitalisasi jejaring sosial. Banyak perusahaan sekarang mulai melirik dan menjadikan fenomena jejaring sosial ini sebagai lahan pemasaran dan bisnis baru. ”Sorry sorry sorry jack, Jangan remehkan aku” bunyi lirik lagu ”Keong Racun.”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau