JAKARTA, KOMPAS.com — Koridor III bus transjakarta trayek Harmoni-Kalideres merupakan salah satu jalur dengan jumlah penerobos tinggi. Namun, pada hari pertama program sterilisasi dicanangkan, Senin (2/8/2010), tak ada petugas Satuan Tugas Sterilisasi yang berjaga di perempatan di sepanjang jalur tersebut.
Pantauan Kompas.com, Senin (2/8/2010) siang, dari Harmoni hingga Kalideres, jalur bus transjakarta di sepanjang jalan selalu dipadati pengendara sepeda motor dan mobil pribadi. Jumlah kendaraan yang mengekor di belakang bus transjakarta bahkan bisa memanjang hingga 100-an meter.
Penerobos paling banyak tampak di sekitar perempatan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Di sepanjang jalan tersebut, bahkan bus ukuran besar dan truk ikut masuk ke jalur bus transjakarta. Bersama dengan pengendara sepeda motor dan mobil pribadi, iring-iringan bus dan truk berjalan mengekor bus transjakarta.
Masuknya kendaraan non-bus transjakarta ke dalam jalur khusus tersebut menyebabkan layanan bus transjakarta molor. Kondisi ini menunjukkan sebuah ironi kesungguhan pemerintah melakukan upaya sterilisasi.
Padahal, Senin pagi tadi, Gubernur Fauzi Bowo baru saja melantik tim satgas yang terdiri dari Dinas Perhubungan DKI, Polda Metro Jaya, Garnisun I Tetap DKI, Satpol PP, BLU Transjakarta, dan berjumlah 468 orang.
Ke mana ratusan petugas tersebut sehingga sejumlah titik rawan penerobos tak dijaga? Padahal, usianya baru satu hari. Rencananya, satgas ini bekerja hingga Desember 2010.
Jika kondisi seperti itu terus berlanjut, patut diragukan komitmen pemerintah mensterilkan jalur bus transjakarta. Implikasinya, misi pemerintah untuk membuat pengendara kendaraan pribadi pindah ke bus transjakarta tak tercapai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang