Tak ada petugas yang jaga

Pengamanan Koridor Harmoni-Kalideres Lemah

Kompas.com - 02/08/2010, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Koridor III bus transjakarta trayek Harmoni-Kalideres merupakan salah satu jalur dengan jumlah penerobos tinggi. Namun, pada hari pertama program sterilisasi dicanangkan, Senin (2/8/2010), tak ada petugas Satuan Tugas Sterilisasi yang berjaga di perempatan di sepanjang jalur tersebut.

Pantauan Kompas.com, Senin (2/8/2010) siang, dari Harmoni hingga Kalideres, jalur bus transjakarta di sepanjang jalan selalu dipadati pengendara sepeda motor dan mobil pribadi. Jumlah kendaraan yang mengekor di belakang bus transjakarta bahkan bisa memanjang hingga 100-an meter.

Penerobos paling banyak tampak di sekitar perempatan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Di sepanjang jalan tersebut, bahkan bus ukuran besar dan truk ikut masuk ke jalur bus transjakarta. Bersama dengan pengendara sepeda motor dan mobil pribadi, iring-iringan bus dan truk berjalan mengekor bus transjakarta.

Masuknya kendaraan non-bus transjakarta ke dalam jalur khusus tersebut menyebabkan layanan bus transjakarta molor. Kondisi ini menunjukkan sebuah ironi kesungguhan pemerintah melakukan upaya sterilisasi.

Padahal, Senin pagi tadi, Gubernur Fauzi Bowo baru saja melantik tim satgas yang terdiri dari Dinas Perhubungan DKI, Polda Metro Jaya, Garnisun I Tetap DKI, Satpol PP, BLU Transjakarta, dan berjumlah 468 orang.

Ke mana ratusan petugas tersebut sehingga sejumlah titik rawan penerobos tak dijaga? Padahal, usianya baru satu hari. Rencananya, satgas ini bekerja hingga Desember 2010.

Jika kondisi seperti itu terus berlanjut, patut diragukan komitmen pemerintah mensterilkan jalur bus transjakarta. Implikasinya, misi pemerintah untuk membuat pengendara kendaraan pribadi pindah ke bus transjakarta tak tercapai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau